Intuisi Iman

Tahap eksistensi manusia (menurut Kierkegaard) yaitu manusia estetis, etis, dan religius. Tahap yang terakhir adalah manusia religius, esensi yang hanya. bisa dipahami dengan melompat pada keimanan. Iman merupakan sesuatu yang dasar dan muaranya tak kasat mata, seperti lubang gelap. Karena tidak berdasar itulah, kita hanya bisa percaya, mengandalkan keimanan. Kita hanya bisa menjembataninya dengan melakukan sebuah “lompatan”. Jadi, ketika keputusasaan seseorang membawanya kembali pada Tuhan, sesungguhnya di sana terdapat lompatan terhadap level eksistensi yang lebih tinggi.

Beragama melampaui institusi, katanya. Institusi yang merupakan kristalisasi aturan hubungan manusia dengan sang Ultimate Being justru dapat mengerdilkan potensi spiritual dengan penyeragaman prosedural. Tetapi, kita juga tidak bisa serta merta sepenuhnya menafikan institusi karena bagaimana pun kita perlu jembatan menuju Tuhan, tanpa perlu kita terjebak dan berdiam diri di jembatan tersebut.

Juni, 2016.
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.