• Senja yang sunyi.

Di bukanya buku yang sedari tadi di gengam pada BAB 7, halaman 9, setelah tanda koma yang ke 92 bertuliskan "kau boleh menangis meskipun musim hujan tiba, tapi tetaplah manis dengan senyummu manisku”. Jangan engkau menyelasi musim, biarkan saja, hujan turun sayang, mengawatkan senyummu karena tangisan tak’kan menghapus kata cinta yang perna terucap, pada kenangan yang basah, biarkan juga hutan kian indah dengan sabanah hatimu yang hantarkan dirimu pada mimpi-mimpi bunga dalam kelopak sakura yang gugur dengan senyum manis cuaca, biarkan saja kenaganmu mengalir pada setiap arus hidupmu, agar ia kembali tiba pada dimensi waktu. itu sebabnya aku selalu menyimpanmu di setiap lembar puisi jinga pada senja yang paling sunyi".

-Abe Yanlua-

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.