siapa pemilik langit baru ini

berlalu

Kala sandikala berkata panggillah panggillah dia yang membuatmu rindu setengah mati begini. Panggilah dia yang mengambil binar dari matamu dan gairah dari langkahmu. Panggillah dia pembuat onar hati dan pikiranmu menyulut pahit di lidahmu menggigit jiwamu keras kencang tanpa ampun. Kini luka menganga seperti codet yang siap menerima nanah dari debu yang menempel berhinggap singgah tiap waktu meleleh meleleh sedih melonjak melonjak di atas sisa-sisa apa yang kau miliki.

Sandikala hilang dan melebur ke gelap malam bersama bintang yang tak pernah ada tak pernah keluar dari persembunyian. Kali ini dirimu yang menentukan mulainya segala sesuatu yang baru karena semua yang dibangun di atasnya sudah hilang, melebur lenyap ke dalam malam. Sunyi putih rata gelap. Sandikala memanggil-manggil hidup mati dan suatu permulaan kembali.

Sandikala sudah mati dan hari mau berputar kembali. Mentari menggigil tenang di dinginnya pagi yang pertama di hidupnya yang satu lagi.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Abraham Octama Halim’s story.