#Part1 Yang fana adalah…

Setiap manusia pasti pernah merasakan sesuatu hal yang mungkin hilang dari hidupnya, entah itu akan berlangsung dalam kehidupannya saat ini atau nanti. Hidup di dunia yang sementara dan se-fana ini membuatku selalu bertanya, mengapa aku dilahirkan di dunia yang fana ini?

Fana ( /fa·na/) = dapat rusak (hilang, mati); tidak kekal. (KBBI)

Seseorang tidak mungkin tidak luput dari salah terlintas apa yang telah diucapkan atau dilakukannya, sesuatu kejadian juga pasti akan ada timbal baliknya mungkin tidak pada saat itu juga namun siapa yang tahu? aku yang (bersyukur) hidup hingga hari ini pun telah mengalami berbagai macam kejadian, baik itu yang terjadi sesuai dengan rencana maupun yang terjadi diluar nalar atau alam bawah sadar manusia pun selalu mempunyai keingintahuan yang bisa dikatakan sangat besar dalam mengenali atau belajar mengenai setiap individu manusia. Namun aku sadar, bahwa tidak semua individu bisa kau dalami bahkan kau kenali lebih dalam. Kau bisa bilang itu bukan hakku atau bahkan hak beberapa orang diluar sana yang ingin bercengkrama dengan denganmu, namun apa karena hal ini terjadi karena seseorang yang tidak terlalu pandai basa-basi dalam bercakap sehingga membuat lawan bicaranya jadi tidak mau membuka hati untuk berbicara kepadanya? 
Bicara soal hati, apa salah menaruh hati pada setiap perkataan yang akan dilontarkan ke lawan bicaranya? atau mungkin manusia saat ini sudah terlalu berkembang untuk bersikap bodo amat, berbicara omong kosong atau penuh dengan kemunafikan supaya dirinya dinilai lebih? bodo amat boleh, namun ingat lawan bicara dan tempatnya. Soal perasaan, aku sangat yakin perasaan akan timbul dan akan terus tumbuh jika lawan bicaramu juga memberikan timbal balik yang tidak melulu soal hal yang manis, tetapi juga yang akan mengajarkanmu tentang pengalaman kepahitan di hidup ini.

People come and go, the one who accept and understand you will stay.
People that come into your life, is a gift(s) from a god. You become known each other and then maybe become one of your circle, but remember… people that leave you, will always thought you something meaningful that maybe you will realize it later. — Me and maybe other people said this.

Apa yang sebenarnya kalian cari di dunia ini? Dunia se-fana ini, yang engkau agung-agungkan, yang kau sombongi ini, masihkah kau bahagia atas hal itu? yang belum fana, segeralah bersyukur atas yang kau dapati hingga hari ini. Sesuatu yang fana ialah waktu, dengan berbagai macam alasan apapun itu kita tidak bisa memutar kembali waktu yang sudah dilewati.

Just a reminder to myself.

Setidaknya, berdoa untuk dirimu sendiri dan orang disekitarmu untuk hal yang baik.
Give them positive suggestion vibes!
 — From me, your best pillow talk friend.