Tumbak,

wisata tersembunyi di Minahasa Tenggara


27 September 2014, piknik bermoduskan perjalanan dinas ke Manado. Sengaja minta flight lebih awal 3 hari dari jadwal kunjungan cabang demi plesiran ke Tumbak.

Tumbak merupakan sebuah desa yang terletak di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara . Jika berkendara dengan mobil dari kota Manado, setidaknya membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam. Yah kalau sama nyasar mungkin memakan waktu sekitar 4–5 jam (curcol). Desa Tumbak sendiri sedikit berbeda dari beberapa desa di Minahasa pada umumnya, karena mayoritas penduduk di sana muslim, bagaimana gue bisa tau. Soalnya penduduk disana memelihara kambing (asumsi keledai). Hehehe

Di Desa Tumbak terdapat sebuah Cottage kecil bernama “Tumbak Water Cottage”, cottage tersebut berkapasitas dua kamar tidur yang total dapat menampung kurang lebih 7 orang. Cottagenya sendiri berada di atas air yang terletak di Pulau Bohanga. Pulau Bohanga sendiri sebenarnya hanyalah hutan Mangrove, jadi yah sama sekali tidak ada daratan di Pulau Bohanga tersebut.

Ada beberapa pulau yang gue kunjungi di Tumbak, yakni Pulau Baling-baling, Pulau Ponteng, dan Pulau Pasir Putih. DI Pulau Ponteng sendiri menurut gue tempat paling pas untuk menikmati sunrise, karena di sana terdapat sebuah bukit kecil tempat dimana kita bisa menikmati sunrise dan view dari atas bukit tersebut bagus. Pulau Ponteng sendiri juga mempunyai Spot snorkeling yang bagus. Cukup dengan beach entry dari pinggir pantai , kemungkinan hanya berjarak 5–8 meter dari pinggir pantai gue sudah bisa menikmati keindahan panorama bawah laut di Pulau Ponteng.

Hal unik di Tumbak yang mungkin jarang kita temui di tempat lain, yakni pada malam hari kita dapat melihat Plankton-plankton yang bersinar warna biru. Dan ternyata memang “night snorkeling” menjadi salah satu daya tarik di Tumbak Water Cottage. Gue sendiri menyaksikan Plankton-plankton tersebut dari cottage tempat gue bermalam.

Gue sih masih pengen piknik lagi ke Tumbak, karena ada beberapa tempat yang belum gue explore. Yah kali aja di kesempatan dinas ke Manado berikutnya bisa balik lagi ke sana. HAHAHAHAHA