Apa Salahnya Bermimpi ?

“Malam hari dibawah lentera kamar aku hidup bersama kenangan”

“Tik tok tik tok” suara detik jam melewati satu detik demi detik hingga menyisakan satu detik yang berlalu itu menjadi sebuah kenangan.

Malam itu, aku masih tertegun pada jendela kamarku melihat beberapa kendaraan melintas satu demi satu meninggalkan bayangannya, lampu lampu menghiasi keindahan malam itu, oh indahnya. Gumamku

Tidak banyak hal yang bisa aku lakukan kecuali melamun, entah pikiranku terbang kemana aku bertanya tanya pada diriku sendiri, tapi tidak menemukan jawaban sama sekali.

***

-Dalam lamunanku-

Aku berdiri dibawah pohon dengan padang rumput yang sangat luas hingga ujung dari padang itu tidak terlihat, aku berkeliling untuk melihat indahnya tempat itu, kupu-kupu mengepakkan sayapnya menghampiri kawanannya dan berputar putar dibawah sinar matahari.

Burung-burung berkicau merdu dan beberapa ekor lebah tengah memanen madu segar, namun ada yang menarik perhatianku lebih disuatu sudut aku melihat seseorang bermain ayunan di bawah pohon tidak jauh dari tempatku berdiri, aku pun menghampirinya.

Sesampai di tempat orang itu aku mendapatinya adalah seorang yang aku kenal , wanita yang selalu aku dambakan, wanita yang selama empat tahun aku pikirkan, wanita yang aku anggap bidadari.

***

Aku menyapanya “Hai, apa yang kamu lakukan disini ?”

“Aku sedang menikmati kesendirianku, lalu apa yang kamu lakukan disini?” dengan ramah dia menjawab.

“Aku bahkan tidak tahu ini tempat apa dan bagaimana aku juga bisa disini”Ujarku.

“Sudah, jangan terlalu dipikirkan, aku senang kamu ada disni, setiap hari aku menunggu seseorang, aku sendirian disini”ucap dia.

“Eh? Kamu menungguku ? apa tidak kebalik” Balasku dengan bingung.

“iya, aku berharap seseorang datang, dan itu kamu” ucapnya sambil tersenyum.

“Ah aku sebenarnya…..” Balasku.

“Sebenarnya apa ?Katakanlah” Jawab dia dengan penasaran.

“Bukan apa apa, aku hanya bingung apakah ini mimpi, namun aku tak peduli aku sangat senang bisa bertemu denganmu setelah empat tahun kita berpisah.” Ucapku

“Iya, aku juga sangat senang bisa bertemu denganmu lagi” balasnya.

Aku pun berdiri sambil mengayunkan pelan ayunan yang dia duduki. Kami tertawa, kami bercanda ria, hari-hari kami penuh kebahagiaan kami selalu melewati matahari terbit dan tenggelam bersama sama.

Tidak terasa aku sudah melalui hari-hari dengannya selama setahun, pagi itu aku terbangun dan aku menghampiri dia yang sedang tertidur.

Dalam benak aku berkata “Oh Tuhan ini bidadariku yang selalu aku mimpikan aku, ketika dia tertidur dia sangat manis”

Tidak lama setelah itu dia terbangun dan seperti biasanya kami saling tersenyum melewati hari hingga membuat matahari cemburu.

Sore itu, aku menghampirinya yang tengah duduk melihat matahari tenggelam. Aku berpikir untuk apa aku memendam perasaan terlalu lama, Aku harus mengucapkannya aku harus mengutarakannya.

“Hei, memandangi matahari tenggelam ?” Tanyaku

“Ah kamu, iya aku sedang melihat sang surya tenggelam”

jawabnya sembari mengembangkan senyuman

“Indah ya, matahari saat senja begini, seperti memancarkan makna keindahan” Ucapku

“Iya, aku sangat bahagia ketika melihat cahaya itu” Balasnya

“Aku juga, Ah iya sepertinya ada yang ingin aku katakan pada dirimu” Kataku sembari melihat sang surya

“Apa itu ?” Tanyanya

“Entah sampai kapan aku bisa terus hidup, semakin lama aku semakin menjadi tua”

“Itu sudah jelaskan, kita semakin hari akan semakin tua.” Ujar dia dengan sorot mata seorang dewi

“Aku masih ingat sekali waktu kita masih sekolah, aku bertemu pertama kali dengan kamu dikoridor sekolah, waktu itu istirahat kamu berjalan melewatiku, aku saat itu tertegun aku melihat suatu makhluk Tuhan dengan penuh keindahan, kau pun duduk dikursi bersama teman temanmu, sambil pura-pura membaca buku aku memandangimu tanpa sadar sudah 15 menit aku melihatmu, dan setiap hari aku mencarimu dari kejauhan aku terus melihatmu, dan aku tidak pernah serta tidak mau untuk merasa bosan” Ujarku panjang lebar

“Hah ? Apa semua yang kamu ucapkan itu adalah kebenaran?” Tanyanya keheranan

“kamu tahu ?” Balasku sembari bertanya

“Tahu tentang apa ?” Tanyanya

“Saat itu aku sadar aku telah jatuh cinta padamu, setelah sekian lama aku putus cinta dengan wanitaku yang dulu kamu datang membawa embun segar dalam kehidupanku, tapi aku sangat menyesal aku tidak pernah punya keberanian untuk mengucapkannya, hingga tiba waktunya kamu meninggalkan kota, dan saat aku mendengar kabar itu aku menangis menyesal aku sangat bodoh karena tidak pernah berani mengutarakan isi perasaan ini” Jawabku sembari memandanginya

“Jadi selama empat tahun ini kamu memendam perasaan itu kepadaku ?” Tanyanya keheranan

Aku menjawab “Iya, dan saat ini aku putuskan untuk mengutarakannya, Aku mencintaimu dengan tulus tanpa ada alasan dasar , jika boleh ijinkan aku untuk menghabiskan sisa hidupku denganmu, untuk setiap detik aku akan selalu menyayangimu.”

Diapun berkata sambil berkaca kaca “Aku sangat bahagia karena ada seseorang yang begitu peduli denganku hingga menyimpan perasaan selama empat tahun, Aku yang notabenenya wanita dengan background yang tidak begitu bagus, apakah kamu benar-benar mencintaiku ?”.

“Aku sebelum mencintai sisi baikmu aku sudah mencintai sisi burukmu terlebih dahulu, Aku jatuh cinta padamu selama empat tahun ini dan aku memutuskan untuk tidak bangun dari jatuh cintaku padamu” Jawabku sambil memegang tangannya.

Dia pun berucap “Pasti sakit ya memendam perasaan selama empat tahun padahal selama itu aku menghiraukanmu, aku sangat menyesal telah menghiraukanmu selama ini, ijinkan aku untuk mengobati luka hatimu selama ini dengan kasih sayang”

“Baiklah, mulai sekarang kita tidak akan terpisahkan aku akan membangun rumah disini , aku akan hidup untukmu , aku ingin melewati masa-masa tua kita bersama anak cucu kita kelak” kataku sembari memeluknya

“Iya, aku sangat bahagia,dengan senang hati aku mau mendampingimu seumur hidup” Balasnya

Aku pun berkata “Terimakasih”

Dibawah senja kami mengucapkan janji sejati diatas tanah kami berdiri, setelah hari itu kami melalui hari-hari dengan kebahagiaan.

***

-Tersadar dari lamunanku-

Aku menangis bahagia, aku membayangkan hal yang sangat indah, apa yang tidak akan pernah aku dapatkan selama ini dengan mudah aku dapatkan dalam lamunanku, Apa salahnya bermimpi ? tanyaku dalam hati. Tapi semua itu semu ketika aku terbangun dalam mimpi kamu masih tidak ada disampingku. Seandainya hal itu menjadi kenyataan aku pasti tidak akan mengecewakanmu………

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.