Nestapa Hati

“Sebongkah bahagia yang pernah ada kini menjadi kepingan duka di perihnya luka”

Sepercik rindu yang telah terkumpul sekian lama sekarang tumbuh menjadi duka, Tak kunjung duka ini reda karena hati telah kehilangan serpihan yang sekian lama mengisi lubang dihati, Antara sedih, bahagia, kecewa, tangis dan air mata.

Semua telah kulalui itu isak tangis selalu berkumandang di hilir senja ketika teringat kenangan indah saat kedua pasang mata saling bertatapan kepada senja tersenyum bahagia di kala itu.

Bila sebelumnya belenggu kesendirian yang harus kujalani dengan rasa sakit tak terperikan, Diujung jalan aku menemukan puncak penyesalan, Kesedihan karena kesalahan di masa lampau seutas janji yang tak pernah bisa di tepati oleh diri nista ini ketika semua berjalan dengan indah namun entah apa yang membuat aku merusak semua, Bagaikan bunga yang hidup dengan keindahannya lalu dituangkan sepercik air raksa dan sekejap layu.

Seperti itu lah aku menodai cinta suci mu dengan kebohongan yang setiap hari aku lakukan padamu membuat cinta yang bersemayam dalam dirimu berubah menjadi kebencian yang tak termaafkan, hingga kamu tidak lagi membukakan pintu untukku masuk dalam kehidupanmu sekali lagi.

Nestapa Hati adalah hari dimana aku menemukan ujung penyesalan dalam hidup yang walaupun sekuat hati mencoba memperbaiki namun tak akan bisa karena semua kesalahan yang telah aku lakukan ada di masa lalu , dan tidak ada alat yang bisa membawa ku kembali mengulang waktu. Oh Tuhan kenapa harus kulalui jalan hidup yang begitu menyakitkan ini.

Begitu aku jauh dengan suatu hal yang bernama Bahagia setelah kehilangan putri dalam hati seberapa kencang aku berlari pun aku takkan bisa melupakan masa lalu yang terus mengejarku. Cintamu laksana puzzle yang dengan susah kususun tapi dengan sedikit kebohongan aku merusaknya dan satu kepingan itu kau bawa lari dari hidupku hingga aku tidak dapat menyelesaikan puzzle ini.

***

Jika saja Tuhan bisa mempertemukan kita sekali lagi aku ingin mengatakan sesuatu pada dirimu :

“Aku sangat berterimakasih kepada Tuhan yang telah mengijinkanku untuk bertemu denganmu sekali lagi, Aku ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang aku perbuat di masa lalu, Aku ingin memperbaiki semua itu jika engkau memperbolehkannya….. 
Meskipun setelah 5 tahun kita tidak pernah bertemu tidak ada yang berubah dari cintaku masih tetap sama, Walaupun selama itu kau menghiraukanku dan enggan menerimaku berperan dalam lembaran kisahmu, Setidaknya aku percaya kepada cinta ini dan berusaha mempertahankannya meskipun lara menyelmuti……….
Namun Jika kau masih menolak untuk kita bersama sama menjalani hari seperti dahulu setidaknya maafkan semua kesalahanku bahkan dalam tidur aku tidak bisa pulas karena kesalahan itu selalu mengejarku kemanapun aku berlari , Forgive me for all my fault.
Bila dalam kehidupan ini aku tidak bisa mendapatkanmu, Aku percaya reinkarnasi itu ada walau tampak bodoh sambil berucap seperti ini. Aku akan mencari dalam kehidupan yang lain dan aku akan melewati berpuluh puluh ribu jaman kehidupan untuk bisa mendapatkanmu meskipun aku akan berganti wajah dan fisik namun cintaku ini tak akan berubah. Semoga saja kamu mau menunggu di setiap kehidupan yang lainnya. Semoga….”

***

Dua hati menyatu menghasilkan cinta dan cinta menghasilkan rindu, Rindu menghasilkan lara , Lara menghasilkan Duka , Duka menemukan nestapa untuknya merenung dalam jalan yang gelap begitu panjang. Itulah yang aku pelajari dalam kehidupanku dengan air mata penyesalan dan sepercik kepercayaan pada hal yang Kusebut Cinta aku menjalani hari hari nestapa hati dengan jalan yang terjal dan berliku, Because all of these should i go through to find more happiness.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.