Sungai itu berjalan,

Tetap berjalan, dan terus berjalan,

Tapi, sungai itu tetap berada disana,

Senantiasa disana.

Sungai itu merindukan sesuatu dalam perjalanannya.

Namun justru dalam kerinduannya itu, ia selalu menjadi baru.

Sungai itu dimana-mana sama,

Ia sama di mata airnya,

Sama di muaranya.

Airnya tetap sama,

Meski ia mengarungi air terjun,

Menelentang di samudra raya,

Terjepit di sela-sela bukit,

Maupun pegunungan.

Ia sama dalam amarahnya,

Ketika mengamuk menjadi air bah.

Sama seperti dalam keramahannya,

Ketika bernyanyi menjadi sungai kecil di sebuah desa.

Sama seperti dalam kesedihannya,

Ketika ia merintih menjadi hujan gerimis rintik-rintik.

Like what you read? Give Ade Krisna a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.