Tuhan tidak tidur, tapi memberi tidur.
Ada begitu banyak cara dalam mendekatkan diri pada Tuhan. Kau bisa saja beribadah dengan khusuk, berdoa sepanjang hari, puasa senen kamis, zakat, atau terserah. Tuhan selalu punya cara agar semua hamba-hambanya ingat kepadanya. Termasuk membuat hambanya tidur pulas di siang dan malam hari agar si hamba tenang dengan urusan duniawinya dan fokus mendekatkan diri pada sang ilahi.
Kadang, aku sangat jengkel sama orangtua aku, kalau saat lagi asik-asiknya tidur, karena habis begadang nonton bola, malah dibangunin, hanya untuk salat yang, 5-10 menit saja sudah kelar. Kalau pun bangun lalu salat, mata tetap berat juga. Salat jadi tidak khusuk. Rasa jengkel bersemayam dalam kepala. Sialnya, biasanya, kalau sudah dibangunin (paksa) seperti itu, aku tuh, untuk tidur kembali sudah susah. Ya terpaksa tidak tidur. Bangke kan?
Jadi, kadang aku memilih untuk tidak tidur di rumah saja. Kalau lagi ada jadwal bola tengah malam, aku izin sama ortu untuk nonton bola di rumah teman. Biar, bisa tidur pulas kalau habis nonton. Tapi, eh lagi-lagi bangke. Aku tidak terlalu tahu, kalau keluarga teman aku ini, islamnya kuat banget. Alih-alih menghindar dari rumah, malah dapat yang seperti ini, mula-mula, teman aku yang dibangunin duluan, lalu temanku itu, disuruh untuk bangunin aku. Ya terpaksa bangun. Aku kaget pas melihat jam di kamar itu, nampaknya masih jam 3 pagi. Dalam hati "anjingggg bener". Kita semua bangun jam 3 dan bukan di bulan ramadan. Lha, lalu ngapain? Ya salat sunnah, lalu dzikir sampai masuk waktu salat subuh. Padahal nih yah, aku itu baru tidur jam 1 setelah nonton bola, saama seperti teman aku. Barangkali dia sudah biasa. Dan aku harus bangun jam 3 hanya untuk salat dan dzikir itu?
Aku mulai kesel dengan cara orang-orang itu, dan sialnya kekesalanku ini hanya dalam hati saja. Aku selalu bertanya bahwa sebenarnya aku yang tidak mengerti pikiran Tuhan apa mereka yak?
Karena kekesalan itu, aku pernah bertanya kepada seorang ustad di masjid dekat rumah. Aku bertanya atas perintah kekesalanku. Tapi, jawaban yang saya terima seperti bukan terpancur dari seorang ustad. Tidak ada pencerahan di situ.
Hampir setahun kemudian. Aku pergi ke rumah kakek, seorang pimpinan wilayah Muhammadiyah di kota Polewali. Bagi, kalangan orang, kakekku ini, seorang tokoh agama yang 'massa'nya banyak juga. Di rumahnya, banyak sekali buku-buku ilmu agama. Aku kaget pas melihat bahwa buku agama Kristen juga ada, Hindu juga ada. Lantas aku bertanya, kenapa barang ini bisa ada. Si kakek hanya menjawab, oh itu, dari teman.
Sampai aku menemukan buku yang ternyata bisa menjawab kegelisahan hatiku yang belum sempat kutanyakan kepada kakek. Aku lupa penulis bukunya, lupa judulnya. Tapi intinya isinya begini, bahwa dalam sebuah Hadist dikisahkan bahwa suatu tempo Nabi shallallahu alaihi wasallam mendatangi pintu masjid, di situ beliau melihat setan berada di sisi pintu masjid. Kemudian Nabi SAW bertanya, "Wahai Iblis apa yang sedang kamu lakukan di sini?" Maka Setan itu menjawab, "Saya hendak masuk masjid dan akan merusak salat orang yang sedang salat ini, tetapi saya takut pada seorang lelaki yang tengah tidur ini." Lalu Nabi SAW berkata, "Wahai Iblis, kenapa kamu bukannya takut pada orang yang sedang salat, padahal dia dalam keadaan ibadah dan bermunajat pada Tuhannya, dan justru takut pada orang yang sedang tidur, padahal ia dalam posisi tidak sadar?" Iblis pun menjawab, "Orang yang sedang salat ini bodoh, mengganggu salatnya begitu mudah. Akan tetapi orang yang sedang tidur ini orang alim (pandai)."
Dan, karena ingin memperdalam tulisan ini, aku membaca artikel-artikel mengenai hukum membangunkan orang tidur saat waktu salat tiba dan kebanyakan berpendapat bahwa tidak menjadi wajib kiranya seorang dibangunkan kalau orang tersebut tidur sebelum masuk waktu salat. Dan, menjadi wajib hukumnya seorang dibangunkan kalau orang tersebut tidur setelah masuk waktu salat.
Tapi, ini tidak berarti bahwa tulisan ini benar. Aku hanya sadar bahwa, Tuhan itu maha asyik. Ia selalu punya cara untuk mendekatkan hambanya kepadanya. Apakah dengan beribadah atau dengan membuatnya tertidur. Atau dengan mengambil napasnya. Ayo pilih mana?
#ajs
