Keunikan Honai Rumag Adat di Indonesia

rumah adat papua

Memiliki bentuk bundar, atapnya jerami, serta pintunya mungil sekali. Berikut Honai, tempat tinggal kebiasaan suku Dani yang tinggal di Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Terkecuali jadi rumah, Honai juga multifungsi!

Komplek bangunan itu beberapa kali sudah saya lalui. Waktu mobil melaju di dalam Lembah Baliem, ke-2 mata saya tidak pernah luput dari sosok itu. Gerbang dari kayu beratap jerami jadi pintu masuk kedalam komplek. Di dalamnya, sekitaran 5–6 bangunan berderet rapi di lereng tebing tinggi, dinaungi pohon rindang.

Rupanya tersebut Honai, tempat tinggal kebiasaan suku Dani yang tinggal di lokasi ini. Ukurannya termasuk mungil, memiliki bentuk bundar, berdinding kayu serta beratap jerami. Tetapi, ada juga tempat tinggal yang memiliki bentuk persegi panjang. Tempat tinggal type ini namanya Ebe’ai.

Ketidaksamaan terdapat pada type kelamin penghuninya. Honai ditempati oleh lelaki, sedang Ebe’ai ditempati oleh wanita. Komplek Honai ini menyebar nyaris di semua pelosok Lembah Baliem. Baik itu dekat jalan besar (serta hanya satu yang membelah lembah itu), sampai di puncak-puncak bukit, di kedalaman lembah, juga dibawah naungan tebing raksasa.

Penasaran, saya cobalah masuk Honai yang ada di lokasi Festival Lembah Baliem 2012 tepatnya di Distrik Wosilimo. Hari itu, Rabu (8/8/2012), tengah diselenggarakan upacara Bakar Batu didalam komplek itu. Sesaat wisatawan lain tengah asik lihat sistem Bakar Batu, saya berjinjit serta cobalah mengintip sisi dalam Honai.

Tempat tinggal bundar itu demikian mungil mungil sampai saya juga tidak dapat berdiri di dalamnya. Jarak dari permukaan tempat tinggal hingga langit-langit cuma sekitaran 1 mtr.. Di dalamnya cuma ada 1 perapian yang terdapat persis di dalam. Tidak ada perlengkapan seperti kasur, almari, terlebih cermin untuk meyakinkan tampilan telah oke!

Sesudah lirik kiri-kanan serta meyakinkan tidak ada yang lihat, saya cobalah masuk Honai. Tidak hingga 10 detik saya merangkak serta melingkari perapian dibagian tengah, lalu cepat-cepat keluar sebelumnya kepergok orang-orang setempat. Saya juga penasaran, bagaimana langkahnya suku Dani hidup meringkuk didalam sini?

Rupanya atap jerami serta dinding kayu membawa udara sejuk kedalam Honai. Bila hawa di rasa sangat dingin, seisi tempat tinggal siap di ramaikan oleh tarian api dari perapian. Untuk mereka, asap dari kayu telah tidak aneh lagi dihisap kurun waktu lama. Sepanjang pintu masihlah terbuka (serta memanglah tidak ada tutupnya), oksigen masihlah mengalir kencang. Mereka juga meringkuk dalam kehangatan.

baca juga: Rumah Adat Lampung

Terkecuali jadi rumah, Honai juga multifungsi. Ada Honai spesial untuk menaruh umbi-umbian serta hasil ladang, ada juga yang spesial untuk pengasapan mumi. Manfaat yang dimaksud paling akhir itu dapat diketemukan di Desa Kerulu serta Desa Aikima, tempat 2 mumi paling populer di Lembah Baliem. Honai adalah salah satu rumah adat di Indonesia.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.