Ide Produk Datang Dari mana?

Ingin buat startup tapi masih tidak tahu produknya apa?Hhhmm.. Mungkin bukan kamu satu-satunya yang masih bingung berpikir tentang produk apa yang akan laku terjual atau dipakai banyak orang, diluar sana masih banyak orang yang seperti kamu kok. Berpikir keras hanya untuk mencari ide tentang produk baru, riset sana-sini, browsing yang ini-itu, tapi masih belum ketemu juga produk apa yang akan dibuat. Kenyataannya startup itu bukan hanya tentang ide, tapi mencakup semua proses dari mulai ide, validasi, eksekusi dan valuasi.

Sesuai dengan judul diatas, kali ini Saya ingin tulis tentang cara mendapatkan ide sebuah produk. Tapi sebelum mencari ide dan mengembangkannya menjadi sebuah produk coba dibaca cerita berikut ini:

Odon adalah seorang Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika di salah satu PTN di kota Bandung. Setiap akhir pekan atau libur semester dia jarang sekali pulang ke Kota asalnya yaitu di Bogor. Hal ini karena hampir setiap hari libur tersebut dia selalu kedatangan teman ataupun saudaranya yang dari Bogor. Disaat itu pula dia selalu diminta untuk menjadi tour guide, untuk dapat membantu teman atau saudaranya mengelilingi kota Bandung serta mengunjungi tempat-tempat wisata di kota tersebut. Suatu waktu dia pernah sangat kebingungan, karena disaat yang bersamaan Odon kedatangan teman dan keluarganya, dia bingung harus mengantarkan yang mana terlebih dahulu. Karena dia tidak bisa melakukannya secara bersamaan. Saat itu Odon langsung meminta bantuan teman-teman kampusnya untuk bisa membantunya untuk menjadi Tour Guide untuk teman-temannya yang datang dari Bogor. Hal ini ternyata bukan cuma Odon yang sering mengalami, mahasiswa lain yang berteman dengan Odon pun mengalaminya.

Dari cerita yang sangat singkat diatas. Kira-kira peluang apa yang bisa diambil jika Kamu menjadi Odon?

a. Kerja sampingan sebagai tour guide.

b. Membuka jasa tour dan travel.

c. Buka usaha oleh-oleh khas Bandung.

d. Membuat aplikasi pencarian tour guide.


Semua (4) peluang diatas sangat bagus sekali untuk dilakukan. Tapi harus diingat sekali lagi, bahwa produk bukan hanya tentang Ide, tapi ada komponen berikutnya yaitu validasi kemudian Eksekusi. Sekarang tinggal berpikir Ide yang mana yang bisa di eksekusi? Dimulai dari pertanyaan, untuk memvalidasi, apakah aplikasi ini memang dibutuhkan banyak orang? lalu skill apa yang Kamu miliki untuk eksekusi?

Karena Odon adalah seorang mahasiswa jurusan Teknik Informatika, dia telah mempelajari tentang cara membuat aplikasi serta cara coding dan di lingkungannya sekarang, dia pasti banyak bergaul dengan teman-teman yang juga ahli dalam membuat aplikasi. Hal ini akan lebih memudahkan Odon dalam mengeksekusi idenya yaitu membuat aplikasi pencarian tour guide.

Jadi bisa dibilang mencari Ide dalam membuat produk itu tidak sulit karena ide bisa datang dari mana saja. Bisa datang dari masalah yang sering kamu alami atau ide bisa datang dari orang-orang sekitar kamu. Lalu setelah mendapatkan ide, apa proses selanjutnya? Ya proses selanjutnya yaitu memvalidasi Ide tersebut, apakah benar produk yang akan kamu buat itu memang dibutuhkan banyak orang? apa cuma kamu saja berpikir seperti itu? Setelah melakukan riset dan ternyata ide kamu memang layak untuk di eksekusi, segera buat produknya jangan tunda lagi! Lalu sambil berjalan pikirkan pula untuk membuat rencana bisnisnnya (Business Plan) karena produk yang dibuat tanpa ada perencanaan tidak akan memiliki arah yang jelas.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.