Negosiasi
Aku mandi untukmu.
Aku berdandan untukmu.
Aku semprot parfum untukmu.
Aku beri selusin kamboja untukmu.
Aku kasih sebungkus kenari untukmu.
Aku siapkan sepiring soto ayam untukmu.
Aku ketuk pintumu di selasar subuh.
Aku bisikkan kata manja sepenggalan matahari.
Aku kidungkan syair manis menuju malam.
Oh, kamu!
Aku merayumu penuh tabah.
Aku tak bersungut penuh darah.
Aku tak marah, tak juga patah.
Ah, kamu!
Seantero dayaku, kau lihat, kan?
Sesering tangisku, kau dengar, kan?
Seusai lunglaiku, kau rasakan, kan?
Kamu yang asyik.
Jadikanku berkutik.
Lepaskan yang mengusik.
Engkau.. Si Pemilik Cita.
Ku letakkan dahiku di tanah.
Memujamu bertubi-tubi.
Maukah kau tukar duniaku dengan seabrek rindu miliknya?
Sudah ku siapkan sajadah sebagai pemulus negosiasi.
Demi Tun, aku bernegosiasi.
Menteng, 28 Agustus 2017
-bri
