Air dan Angin
Seperti derasnya air sungai yang mengalir dari ketinggian menuju titik yang lebih rendah. Seperti kuatnya hempasan angin topan yang memporak-porandakan apa yang ada dihapannya. Seperti itulah mungkin gejolak hati itu.
Layaknya air dan angin yang mampu menghancurkan apapun yang menghalanginya. Layaknya air dan angin yang mampu menggenggam seberat apapun beban yang ada dalam arus dan pusarannya. Sekuat dan sehebat itulah mungkin hati itu.
Dengan air semua kehidupan bermula. Dengan air kehidupan berlangsung lebih lama. Air yang mampu melunakan kerasnya tanah tandus. Air yang mampu meluluhkan kerasnya batu. Air yang mampu merubah kekeringan menjadi kesuburan. Air pula yang mampu merubah tangis menjadi tawa. Air pula yang mampu merubah kesenduan menjadi keceriaan. Air pula yang merubah kesedihan menjadi kebahagiaan. Selembut itulah mungkin hati itu.
Bersama angin burung-burung itu bersahabat. Bersama angin awan-awan itu berarak. Tak terlihat namun terasa. Tak pernah tau seperti apa namun selalu ada. Tanpa angin, takkan pernah ada kehidupan. Tanpa angin, takkan pernah ada kesejukan. Anginlah yang membawa ketenangan. Anginlah yang membawa kedamaian. Setentram itulah mungkin hati itu.
Seperti apa hati itu, …