Dia dan Mereka

Karena kita hidup dengan melihat, mendengar, berbicara, dan bergerak. Begitu pula dengan hidup dia dan mereka.

Kita hidup dengan melihat dia dan mereka, mendengar dia dan mereka, berbicara tentang dan pada dia juga mereka, bergerak dari dan menuju dia juga mereka.

Pun dia dan mereka hidup dengan melihat kita, mendengar kita, berbicara pada dan tentang kita, bergerak dan menuju kita.

Namun tak pernah kita tau apa yang sebenarnya ada pada dia dan mereka. Begitu pula dia dan mereka tak pernah tau apa yang sebenarnya ada pada kita.

Hanya menerka. Hanya mengira-ngira. Selebihnya dia dan mereka yang tau seutuh dan seluruhnya. Baik-nya tak usah saja masuk diantaranya. Seperlunya saja, tak perlu banyak ikut berkata.

Terbuka untuk datangnya dia dan mereka. Namun tak berharap masuk pada dia dan mereka. Silahkan saja.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.