Sempurna Bersamanya

Manusia tercipta sebagai mahluk paling sempurna namun tak sepenuhnya. Sempurna yang bukan tanpa cela dan noda. Sempurna yang tak berarti selalu benar tanpa ada salah. Namun manusia diciptakan untuk mempersembahkan suatu karya. Sebagai bentuk pembuktian atas kesempurnaan yang dipunya.

Tapi, manusia tak sempurna sepenuhnya. Sering kali ada khilaf yang harus diakhiri dengan maaf. Ada upaya luar biasa yang diakhiri dengan syukur dan bahagia. Cobaan dan ujian, halangan dan rintangan senantiasa setia menemani di fase kehidupan ini.

Karena manusia tercipta sempurna namun tak sepenuhnya. Maka, perlu menggali-menyelami-mengkaji-mempelajari secara bersama agar dapat mengerti dan memahami serta mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang telah terjadi.

Tak perlu merasa sepi karena dia ada disini. Dia dekat, lebih dekat dari urat nadi ini. Dia tak sekedar mengerti dan memahami diri ini. Namun dia bisa mengokoh-kuatkan hati ini, jiwa ini dan raga ini.

Manusia menjadi sempurna ketika sadar akan hadirnya.