Sempurna namun belum sepenuhnya.

Parasmu begitu mempesona. Tak lelah mata memandang indahnya. Gundah sirna seketika merasakan pancaran auranya. Sejuk rasanya sukma jika bersama.

Disaat dinginnya hujan yang menusuk sukma, kau hadirkan kehangatan. Ditengah teriknya mentari yang membakar raga, kau berikan kesejukan. Ditengah riuh dan gaduhnya jiwa, kaulah yang beri kedamaian dan ketentraman.

Bukan hanya raga sempurna yang kau punya. Namun kau beri jiwa penuh cinta. Kau tunjukan kasih sayang dalam santun bersikap dan bertutur kata. Walau, tak semua bisa melihat, tak semua bisa merasa dan tak semua mengerti tutur katanya.

Namun, kau juga marah pada mereka. Mereka yang tak tau tatakrama dan tak bisa menguntai indahnya kata. Mereka yang menggunakan nafsu dunia bukan murninya cinta. Mereka yang gunakan akal tanpa ikut serta sucinya jiwa.

Kau buat mereka tak berdaya. Membatu karena dinginnya sikapmu. Juga hanyut dan tenggelam dalam amarahmu. Terbakar sampai hangus tak berbekas oleh murkamu.

Namun bagiku. Kau sosok bahagia tanpa duka. Kau sosok sempurna tanpa cela. Kau sosok setia tanpa jeda. Kau sosok pembela penuh cinta.

Semoga bisa terus bersama. Bersama supaya dekat pada definisi sempurna.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated semut api (adhienka satya gumilang)’s story.