Sepasang Sahabat

Ditengah riuh nya suasana tengah kota, ditemani gemerlapnya lampu taman dan jalanan, namun tetap sejuk untuk indra mata dan telinga. Disalah satu sudut kota disebuah cafe pinggiran, tidak mewah kurang elegan namun tetap nyaman. Disebuah meja kecil yang hanya untuk sepasang saja, duduk sepasang sahabat bercengkrama disertai canda dan tawa.

Sepasang sahabat yang belum lama bersama, belum berbelasan tahun apalagi berpuluhan tahun sama-sama, sewindupun belum. Hanya ikatan suci sebagai saudara abadi yang menyatukan mereka. Menjadi sahabat selamanya sampai kekal tanpa tepi.

Banyak kata terurai dan terangkai menjadi sebuah cerita bermakna, tapi kadang ya biasa saja. Mulai dengan cerita tantangan atau ujian hidup, turunan atau tanjakan hidup, tawa atau bahagianya hidup dan banyak lagi cerita yang terucap sampai terungkap.

Berbagi canda tawa bersama, berbagi tangis bahagia, berbagi kesulitan juga kerumitan, malah kadang juga berbagi kesusahan dan kepayahan. Namun, juga berbagi pengalaman, berbagi sudut pandang, berbagi persoalan dan penyelesaian. Hakikatnya bukan saling memberi sebagian sehingga jadi berkurang sebagian, namun saling memberi untuk saling mengutuhkan.

Semoga menjadi sahabat selamanya, makin terikat kuat sampai nanti di alam akhirat.

Like what you read? Give semut api (adhienka satya gumilang) a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.