Photo by http://www.elegancehdwallpapers.com/

Aku Tidak (Lagi) Percaya

Ada beberapa poin yang hendak Aku sampaikan Kepadamu. Beberapa kesimpulan yang telah Kau ajarkan perihal kepercayaan.
  • Ekspresi bisa saja jadi lahan pencitraan.
  • Bisa saja menangis adalah cara mereka menyampaikan kebahagiaan.
  • Bisa saja yang banyak mengurai tawa adalah dia yang selalu mengkoleksi luka.
  • Kita tidak pernah tau apa yang selalu ada di hati mereka.
  • Candaan mungkin salah satu drama yang mereka perankan dengan lihai.
  • Tawa Aku rasa adalah obat paling manjur untuk meredam luka.
  • Tak ada yang benar bahagia sepenuhnya, hidup bisa saja bertemakan kesedihan.
  • Aku sungguh tidak mempercayai mereka yang tersenyum di sosial media, apalagi berkata-kata.
  • Kata kata tidak semuanya nyata. Bisa jadi hanyalah bualan.
  • Aku tidak percaya semua.
  • Bahkan Aku tidak percaya cinta. Cinta tidak selalu jujur.
  • Seperti cintamu yang sangat pandai sembunyikan cinta kepadanya.
  • Kata-kata yang yang Kau rangkai menjadi alasan sepertinya sama.
  • Aku juga tidak menganjurkanmu mempercayaiku, kata-kataku — seperti perihal yang aku tulis dalam list pendek ini.
  • Bisa saja Aku bertele-tele menyampaikan sesuatu padamu.
  • Memberikan umpama-umpama agar Kau mengerti.
  • Bahwa Aku hanya ingin menyampaikan satu kalimat yang ada pada judul tulisan ini kepadamu.
Show your support

Clapping shows how much you appreciated Adi Hidayat’s story.