Percaya atau tidak, sebenarnya kita diciptakan untuk menjadi kuat oleh Tuhan.

Kuat atas segala rasa sakit, atas segala tekanan bertubi-tubi yang menimpa hidup kita, atas segala hal yang rasanya tidak adil untuk terjadi di kehidupan kita. Bukan berarti kuat adalah tidak merasakan semua penderitaan. Malah jadi sebenarnya yang terkuat adalah yang paling sering merasakan sakit, atau penderitaan.

Bukan berarti Tuhan tidak sayang kepada kita lantas menghendaki kita untuk terus merasakan hal yang tidak menyenangkan. Kitalah yang selalu berburuk sangka. Padahal bukankah yang paling sering di berikan cobaan adalah yang paling sering di perhatikan. Bukankah Tuhan telah menjanjikan di dalam setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Lantas apa lagi yang kita ragukan?

Mari kita lihat kebelakang, sudah berapa rintangan atau jalanan terjal dan berliku yang telah kita lalui, yang padahal dulunya kita sampai lelah atau berpikir menyerah. Dan pada akhirnya kita baik-baik saja kan?

Bukankah malam pada akhirnya juga akan berganti pagi. Bukankah badai pada akhirnya juga akan pergi, dan lebih asyiknya ia menyisakan pelangi agar kita mampu memahami bahwa hidup kita itu sebenarnya penuh warna warni.