
Bangku Taman
Bagaimana hujan kini? setiap saat Hujan menjadi hal yang dinanti, menunggu bahagia yang ia bawa, membawa pergi muram di reraut pilu, kecohan lara tiada dapat menahan sedih, jauh jatuh terlepas, semburat terang membias bersama nya, membuai kecakan sesal mendung siang itu.
Aku terpaku diantara gerimis Senja hari, menikmati hari duduk dibangku sendiri ditaman, menyaksikan mereka berlari meneduhkan diri, tapi, tidak denganku kali itu, aku duduk termangu lagi, hanya diam menuli dari teriakan pipit sembari mengerahkan sayap, desiran debu terbang berbaur Hujan dengan semilir kabut rintikan, kembali lagi, dingin itu.
Sendu Angin memilih mendesis diujung telinga, mengikuti bauran rintik mebasahi setiap ujung taman, ranting tertunduk gemulai dengan lihai, rerumput berdecak riang menari diatas tanah, Hujan yang mengagumkan.
Aku masih saja dengan bisu duduk diatas bangku taman, hanya menikmati biasan Senja disela rintik Hujan kala itu.
Jambi, 09 September 2018
