Kursi kosong itu
Banyak nyanyian kosong berputar dibenakku, meninggal kan jejak ditiap ruang-ruang dikepalaku, sembari aku menoleh ke meja, hentak renung yang samar menuai lelah.
Aku termangu memandangi kursi itu, hanya tergeletak buta menuli, menunggu empu si kursi, tapi sembari aku menunggu aku sadar, sudah saatnya ia dipindahkan sedikit dari kursi utama, lantas memberikan ruang kosong agar aku lebih bisa bernafas.
Decitan kursi membuat kenang memuncak, semakin aku tarik keluar, semakin liar kenang lalu membuas, aku memilih untuk memasukkan nya lagi lantas membiarkan nya disana, dikursi utama, aku masih belum memiliki berani untuk menariknya lebih lagi, tidak, mungkin memindahkan bukan cara yang bisa membuat nafasku lebih melega, bukan.
Aku menyerah, kini kubiarkan tak berempu.

Jambi, 09 September 2018
