Mampukah Indonesia Menguasai Dunia?

Ada peribahasa yang mengatakan “Suatu negara akan menguasai dunia jika berhasil menguasai energi dunia”. Sekarang mari kita bercermin dengan keadaan energi indonesia saat ini. Indonesia masih menggunakan sumber energi konvensional seperti minyak bumi sebagai sumber energi utama. Produksi minyak bumi Indonesia sekitar 800 ribu bbl / day dengan kebutuhan energi sekitar 1,6 juta bbl/ day sehingga mengubah Indonesia dari yang dulunya net exportir menjadi net importir. Cadangan minyak bumi indonesia sekitar 3,8 bil bbl atau sekitar 0,3% cadangan dunia dan cadangan gas alam Indonesia sekitar 108 triliun SCF atau sekitar 1,7% cadangan dunia. Melihat kondisi tersebut, sekilas terlihat bahwa Indonesia tidak akan bisa menguasai energi dunia. Sayangnya hal tersebut akan terjadi hanya jika dunia tidak mengenal sumber energi panas bumi.

Sumber energi nonkonvensional sudah mulai berkembang dalam dunia energi saat ini. Berbagai sumber energi alternatif mulai ditemukan dan dikembangkan misalnya CBM (, Shale Gas, panas bumi dan lain sebagainya. Setelah kita bercermin mengenai sumber energi konvensional yang dimiliki Indonesia, tidak adil rasanya jika kita tidak meninjau sumber energi nonkonvernsional.

Panas Bumi dan Proses Pembentukannya

Kita akan membahas geothermal. Geothermal merupakan sumber energi yang memanfaatkan panas bumi yang diakibatkan oleh aktifitas dalam bumi. Panas bumi tersebut terbentuk dari adanya aliran panas yang berasal dari bagian inti bumi yang memiliki suhu sangat tinggi. Sifat dari panas yang mengalir dari tempat bersuhu tinggi ke tempat bersuhu rendah membuat panas tersebut mengalir ke kerak bumi yang pada akhirnya membentuk dapur magma di bawah bumi. Sumber air bawah tanah yang berada pada lapisan permeable merupakan tempat dimana fluida geothermal terbentuk, baik itu air maupun steam (uap) fluida geothermal inilah yang kemudian di eksploitasi menjadi sumber energi panas bumi.

Gambar 1. Proses Pembentukan Energi Geothermal

(Sumber: http://sekolahaja.com/proses-pembentukan-panas-bumi.html)

Dari proses terbentuk diatas, ada dua jenis reservoir geothermal, yaitu reservoir dominasi uap dan reservoir dominasi air. Reservoir dominasi uap memiliki kelebihan yaitu proses pengolahan yang biayanya relatif lebih sedikit dibanding reservoir dominasi air namun kekurangannya tekanan di reservoir mengalami penurunan dengan cepat sehingga diperlukan berbagai mekanisme untuk menjaga laju produksi sementara reservoir air memiliki kelebihan dan kekurangan sebaliknya. Biaya eksplorasi dan modal pembangkit listrik untuk geothermal lebih tinggi dibanding dikarenakan teknologi yang dibutuhkan harus lebih baik dibandingkan pada umumnya, hal ini disebabkan jenis batuan di lapisan reservoir bukanlah batuan sedimen seperti minyak pada umumnya, selain itu suhu di reservoir geothermal jauh lebih tinggi dari sumue minyak bumi umumnya. Namun setelah produksi, biaya yang dibutuhkan untuk mengelola sumur geothermal lebih rendah dibanding sumur minyak bumi.

Sumber energi panas bumi merupakan sumber daya energi yang sedang dikembangkan di Indonesia dikarenakan kelebihannya dibandingkan sumber energi lain, diantaranya sumber energi geothermal merupakan sumber daya yang dapat diperbarui dan tidak akan habis karena panas dari inti bumi akan terus mengalir ke permukaan. Keuntungan lainnya adalah sumber energi ini ramah lingkungan dan dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar. Dengan kelebihan-kelebihan diatas sumber energi ini menjadi sebuah potensi yang sangat besar untuk mencapai kemandirian energi Indonesia.

Kondisi Cadangan Indonesia

Sekarang kita lihat jumlah cadangan panas bumi Indonesia karena sumber ini tidak akan mampu menjadi sumber energi utama jika cadangannya di Indonesia sendiri tidaklah banyak. Indonesia memiliki cadangan panas bumi yang setara energi sebesar 27000 MWe atau sekitar 40% cadangan dunia dan merupakan cadangan terbesar di dunia. Hal ini disebabkan Indonesia terletak pada ring of fire , panas bumi di dunia sebagian besar berfokus di cincin api tersebut sehingga secara geografis di Indonesia banyak memiliki dapur magma dan gunung berapi. Kondisi tersebut yang menyebabkan aktifitas vulkanik di daerah Indonesia sangat tinggi sehingga cadangan panas bumi sangat besar.

Gambar 2. Ring of Fire Dunia

(Sumber: https://kapurwakan.wordpress.com/2011/03/27/indonesia-dikelilingi-ring-of-fire/)

Dibawah ini adalah tabel negara yang menggunakan energi geothermal paling besar

1. Amerika Serikat : 3,092 MWe

2. Filipina : 1,904 MWe

3. Indonesia : 1,197 MWe

4. Meksiko : 958 MWe

5. Italia : 843 MWe

Indonesia sejauh ini telah menggunakan 1197 MWe atau urutan ketiga terbesar di dunia. Hal tersebut didukung dengan cadangan yang melimpah yang dimiliki Indonesia. Jika Indonesia berani mengembangkan energi panas bumi, bukan mustahil Geothermal akan menjadi sumber energi utama Indonesia.

Kesimpulan

Setelah melihat pembahasan diatas, dengan kekayaan yang dimiliki dalam hal energi geothermal beserta potensi potensinya bukan mustahil di masa yang akan datang Indonesia akan merajai energi dunia. Sayangnya kenyataan tidak semulus harapan. Ada beberapa penyebab permasalahan ini diantaranya masih kurangnya kesadaran akan potensi energi nonkonvensional yang dimiliki Indonesia. Selain itu, birokrasi di pemerintahan seputar perundang undangan yang masih menyulitkan perkembangan energi non konvensional. Contohnya, eksploitasi panas bumi masih kurang maksimal karena terletak di hutan lindung. Faktor lainnya, kurangnya teknologi untuk mengembangkan sumber daya energi tersebut.

Dengan potensi yang ada, indonesia bisa menjadi penggerak utama energi dunia. Jika Indonesia mampu mengatasi segala masalah yang menghambat seperti yang sudah disebutkan , bukan tidak mungkin suatu saat kita akan melihat Indonesia bisa menguasai dunia.

Aditya Bayu Pratama

PATRA14020

Peserta Mata Kuliah TM4019 Teknik Geothermal

Referensi :

https://kapurwakan.wordpress.com/2011/03/27/indonesia-dikelilingi-ring-of-fire/

http://sekolahaja.com/proses-pembentukan-panas-bumi.html

Diktat Teknik Panas Bumi, oleh : Ir. Nenny Miryani Saptadji Ph.D

Catatan Kuliah TM-4019 Teknik Geothermal

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.