Format Skripsi, Mahasiswa Tingkat Lama, Masalah.
Hello Yellow Indonesia! (pengen punya slogan aja)
Jadi, semoga tidak banyak dari kalian yang mengalami hal ini (saya doakan semoga lancar dalam segala urusan perkuliahan bagi yang masih kuliah). Beberapa hal yang menjadi bahasan saya kali ini adalah :
- Masalah umum skripsi mahasiswa Indonesia
- Format skripsi yang ada
- Tawaran Solusi dari pribadi
Oke, langsung kita buka hal tersebut diatas satu persatu
Masalah Umum Skripsi Mahasiswa Indonesia

Salah satu tujuan universitas Indonesia. Jika universitas ini menjadi salah satu contoh universitas yang ada di Indonesia. Dalam memberikan kelulusan bagi mahasiswanya harusnya memilki sistem uji hasil akhir dari proses pembelajaran yang telah “teruji” atau paling tidak memenuhi standar “internasional” karena salah satu tujuannya berbunyi “…mampu bersaing secara global”.
Standar Internasional Skripsi Indonesia. Saya rasa belum ada yang menuliskan dan memuat dokumen yang demikian untuk Indonesia (beri tahu saya jika sudah ada). Jika belum/tidak ada, apakah yang dilakukan para mahasiswa yang telah lulus selama ini berarti sia sia? membuang waktu? siapa yang tahu.
Dosen Pembimbing. Harusnya orang yang benar benar berdedikasi tinggi untuk menghabiskan waktu, tenaga dan pikirannya hanya untuk mendidik mahasiswa di Indonesia. Pada kenyataanya rumah tangga dan urusan pride jauh lebih penting, mungkin. Atau masalah kemampuan? tak ada yang tahu.
Proses Pengujian. Yang mudah senang, yang sulit merasa ini musibah dan hal yang menyedihkan dan layak untuk diperbincangkan. Mind yourself, beach. Bagi kalian yang telah lulus tanyakan ini kepada diri kalian sendiri. untuk menyandang gelar S1 yang pada dasarnya bertanggung jawab terhadap pendidikan dan kemajuan Indonesia, sudah pantaskah kalian? kalau belum, mungkin kalian mengalami pengujian yang “menyenangkan”. Namun jika S1 memiliki level secara umum yang “menyenangkan” itu mungkin berada pada level paling bawah.
Proposal. Setiap judul boleh asal disetujui dosen. Untuk yang belum harap bersabar dan coba lagi. Kenapa bukan semua judul masuk dalam satu proses penilaian baku yang di legalkan oleh Kementrian Pendidikan Indonesia yang kemudian di setujui bahwa Skripsi Z oleh mahasiswa W dari Fakultas X dari Universitas Y dapat melanjutkan penelitiannya. Supaya setiap mahasiswa memiliki kualitas minimum S1 yang sama di setiap perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Masalah Lainnya. Corat Coret kertas print, berkali kali, Jadwal mahasiswa bertanggung jawab menemui dosen, Format ulang dokumen, Feedback tanpa format. ketidak efektifan dari sistem ini bikin saya sakit kepala. Buat yang bilang “dulu juga pernah ada yang lulus kaya gini ikutin aja/lemah lo/kata jelek lainnya”. Let me tell you, you won’t be able to read this if Mr. Bill Gates decided to finish his College by just doing what others did.
Format Skripsi yang sudah ada
Setahu saya format yang sudah ada itu selalu berbeda tergantung dari faktor daerah, universitas, dan fakultasnya. Bukankah di jaman “internet” seperti sekarang data “format umum skripsi” mudah dimuat di direktori online. Saya rasa hal seperti itu juga bagus agar kualitas pendidikan di Indonesia bisa diukur oleh global sejauh apa “pendidikan untuk maju ke Internasional Indonesia” sudah berjalan. Pada kenyataannya selalu saja, bertanya manual, copy-paste, dan minta ke bagian dimana hal tersebut menjadi lebih ribet(TU).
Saya coba buat struktur sesuai dengan yang saya bayangkan jika semua format skripsi itu seragam
/Cover
/Pengesahan
/Kata Pengantar
/Daftar Isi
/Bab I
-/Sub Bab I
.. dst.
-/Kesimpulan
-/Daftar Pustaka
-/Lampiran
Pasti langsung terbersit pikiran “di format skripsi kampusku gak gitu/ada tambahan/kurang …”. Ya memang karena seperti itulah adanya. dan Ini salah satu faktor penghambat bagi mahasiswa. Ada dosen yang bisa menjelaskan permasalahan ini lebih lanjut?
Tawaran Solusi dari Pribadi
kelihatannya saya kelelahan dan sudah sedikit larut malam, besok saya edit lagi. Selamat malam semua.