Untukmu yang masih duduk di bangku SMA

Ketahuilah kawan, sebelum dirimu membaca lebih jauh. Aku bukan gurumu. Pun juga bukan orang yang kamu kenal. Tapi kita mungkin memiliki kesamaan dengan berada di letak geografis yang tak berbeda jauh. Aku hanya ingin berbagi sedikit pemikitanku.

Temukan Tujuan

Dulu, akupun berada di posisi yang sama denganmu di bangku SMA. Satu hal yang belum terpikirakan olehlku pada saat itu adalah tujuanku. Untuk apa aku hidup dan mau apa?

Tapi jika masih baik ingatanku, dulu aku ingin jadi pengusaha. Pengusaha yang dikenal, memiliki hal yang cukup untuk membuatku mendapatkan apa saja yang aku inginkan di dalam kehdupan ini. Untuk mendapatkan hal tersebut aku mulai dengan meniti dari berjualan. Dan aku ingat bagaimana membuat sebuah desain dan menjualnya adalah titian awalku.

Jika aku dapat kembali ke masa SMA-ku aku akan menekuninya dengan sepenuh hati. Mengembangkannya tanpa ragu. Karena seharusnya menjadi pengusaha adalah tujuanku.

Bermain, Belajar, Asah Softskill dan Hardskill

Aku salah satu siswa SMA yang ikut berkontribusi pada organisasi SMA pada waktu itu. Organisasi, bagiku, dapat mengasah softskill. Belajar, itu untuk hardskill. Hardskill adalah hal yang tidak memiliki batas. Selalu ada yang lebih baik meskipun tingkat pencapaian hardskill tersebut sudah tinggi. Softskill memiliki batas. Batasnya adalah kecukupan penggunaanya dalam kehidupan. Seberapa perlu. Karena softskill, bagiku, hanya secondary.

Jika aku dapat kembali ke masa SMA-ku, aku akan mengasah hardskill-ku sampai tajam. Baru di kehidupan selanjutnya aku akan asah softskill-ku. Jika aku melakukannya dengan benar. Kemungkinan besar aku tidak akan menjadi aku yang sekarang. (joke aside)

Simpan Masa Itu

Pada waktu itu aku tidak pernah berfikit untuk mengabadikan apapun yang terjadi. Sekarang pun tidak, karena sudah terlanjur. Tapi mungkin bukan setiap momen yang terjadi yang ingin kuabadikan. Melainkan individunya dalam ingatan.

Jika aku dapat kembali ke masa SMA-ku, aku akan mengenal seluruh individu yang ada pada saat itu. Aku ingin mendengar ceritanya, menghafal wajah dan namanya, serta mengabadikan dirinya dalam ingatanku dengan baik.

Bagaimana denganmu? Apa kamu merasa hal tersebut baik, atau tidak? Benar atau salah?

— -

Terima kasih untuk yang sudah membaca. Tinggalkan respon jika kamu merasa terbantu atau ingin memberikan pendapatmu. Sampai jumpa di tulisanku yang berikutnya. Stay Awesome. Cheers.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Aditya Ardi’s story.