Teater #MencatatIndonesia Masih Sepi
Sensus Penduduk 2020 (SP2020) sebagai sensus ke 7 sejak Indonesia merdeka, akan menggunakan metode berbeda. Kali ini, SP2020 akan menggunakan metode kombinasi, yaitu metode yang menggabungkan pengunaan data adminsitrasi kependudukan sebagai data dasar pelaksanaan sensus dan wawancara door to door. Selain metode yang baru, SP2020 juga akan menggunakan multimode data collection. Mode yang digunakan meliputi Paper Assisted Personal Interviewing (PAPI), Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI), dan Computer Assisted Web Interviewing (CAWI).
Mode terakhir akan digunakan pada saat sensus online, bagian dari tahapan SP2020, yang akan dilaksanakan bulan Februari — Maret 2020. Untuk memperoleh response rate yang tinggi pada saat sensus online maka publisitas melalui berbagai media telah dilakukan. Twitter merupakan salah satu media sosial yang menjadi kanal publisitas SP2020. Meskipun market share di bulan Oktober 2019 hanya sebesar 4,45% dari seluruh pengguna media sosial di Indonesia, Twitter dengan kelebihannya diharapkan mampu membantu publisitas SP2020.
Publisitas menjelang 100 hari pelaksanaan SP2020 melalui percakapan di Twitter telah dimonitor oleh Drone Emprit (DE) . Periode pemantauan dilakukan dari tanggal 1 Oktober hingga 31 Oktober 2019. Kata kunci yang digunakan: sp2020. Dari data yang diperoleh, bagaimanakah pemberitaan dan percakapan terkait SP2020? Apa kesimpulan yang bisa ditarik dari percakapan yang muncul itu?
AWARENESS PUBLIK
Dari volume, berdasarkan mention, percakapan ada 502 mentions yang membicarakan tentang sensus penduduk. Angka ini termasuk rendah. Jika dirata-ratakan, per hari, ada 16 percakapan mengenai sensus penduduk. Namun tidak semua mentions berkaitan tentang Sensus Penduduk 2020. Hanya 21 mentions yang benar-benar berkaitan dengan Sensus Penduduk 2020. Puncak percakapan pada bulan ini terjadi pada tanggal 13 Oktober 2019 sebanyak 244 mentions. Tingginya percakapan didorong oleh tweet dari akun @kinederjoy pada tanggal 13 Oktober 2019. Sayangnya, tweet dari akun ini tidak berkaitan dengan kegiatan publisitas Sensus Penduduk 2020.


Secara umum, percakapan mengenai SP2020 banyak terjadi di hari minggu, mencapai 249 mentions dan percakapan paling sepi terjadi di hari jumat, hanya 15 mentions. Sementara menurut jam, percakapan akan ramai di waktu istirahat makan siang jam 12 sampai dengan jam 14, serta malam hari jam 20.


Pola retweet dan mention mewarnai percakapan. Biasanya, jika pola mention terlalu dominan, ada indikasi adanya anomali dalam percakapan. Pola retweet SP2020 lebih dominan (66,93%) dibanding pola mentions (23,71%). Hal ini sesuai dengan dengan bot analysis, user yang dominan terlibat bukan akun-akun yang terindikasi bot, melainkan human sehingga percakapan ini walaupun rata-rata interaksinya rendah 3,22, tapi natural. Rendahnya interaksi percakapan diduga lantaran user masih kurang tertarik dengan kegiatan SP2020.


TOP ISU
Berdasarkan Top Five Most Retweet, KPop dan SP2020 menjadi isu utama dalam percakapan yang menyebut Sensus Penduduk.
Dalam isu KPop, sensus penduduk digunakan untuk melakukan polling mengenai fan club grup KPop. Sementara isu SP2020 dikembangkan oleh akun lembaga BPS @bps_statistics. Dari kedua isu tersebut, dapat diterjemahkan bahwa netizen memahami sensus penduduk merupakan kegiatan pengumpulan data.

Top Influencer
Dilihat dari Top Five Influencer: lebih kepada tipe akun personal, bukan tipe akun lembaga. Percakapan dari para influencer ini bukan menjadikan SP2020 sebagai subjek percakapan, melainkan lebih menggunakan istilah “Sensus Penduduk”. Tentu saja ini positif untuk BPS karena istilah “sensus penduduk” telah dikenal oleh masyarakat. Namun, bila menyigi dari sisi lain, ini juga bisa menjadi kekurangan. Kekurangannya adalah dengan tipe akun influencer dan konten percakapan seperti ini, sosialisasi program SP2020 kurang tersebar karena yang dipercakapan bukan program, melainkan istilah yang mendukung percakapan mereka. Biasanya influencer yang kuat menyebarkan program adalah tipe akun media atau lembaga, dan tentu saja ditopang oleh para opinion leaders dalam karakterstik lain seperti tipe akun personal.


Sebaran Percakapan
Dilihat dari persebaran percakapan, tampak percakapan tentang SP2020 di Twitter lebih banyak terjadi wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTB, Kalimantan Barat, dan Papua. Hal ini mungkin disebabkan karena sensus online lebih menargetkan daerah perkotaan. Sementara menurut kota, percakapan SP2020 paling ramai di Jakarta, Mataram dan Bandung.


Hashtags dan SNA
Dari beragam twit akun-akun tersebut, hashtag yang kerap muncul di percakapan adalah #SP2020 dan #mencatatindonesia. Dari peta SNA, tampak percakapan mengenai SP2020 tersebut terpusat utamanya pada lembaga BPS dan followernya. Sementara tiga akun personal membicarakan sensus penduduk namun tidak berkaitan dengan SP2020.


Analisis Sentimen
Dari percakapan yang ada, dapat diamati bahwa mayoritas memiliki sentimen positif. Namun yang perlu diwaspadai adalah adanya sentimen negatif terhadap istilah sensus penduduk sebesar 3%. Sentimen negatif ini berupa penjelasan SP2020 yang tidak tuntas, anggapan bahwa sensus penduduk merupakan kegiatan yang merepotkan karena banyaknya pertanyaan yang harus dijawab sehingga menjadi guyonan ketika seseorang banyak bertanya, dan mengkaitkan sensus penduduk dengan pendaftaran jaminan sosial. Percakapan yang memiliki sentimen negatif antara lain:
Twitter: @KKusumawardani
Location: Indonesia
Statmin @bps_statistics #SeriusNanya Di https://t.co/KICmRQ0Lqg itu kan ada kolom untuk memasukkan NIK dan token. Token itu apa ya? Apakah diperlukan prosedur khusus untuk mendapatkan Token? #SP2020 https://t.co/O3xVm3D7cR
Twitter: @yusuffakih3
@Aintan11 @Dodit_Mulyanto Takon takon, koyo sensus penduduk :v
Twitter: @desembernyet
Location: Semarang Tengah\, Indonesia
Kenapa orang kalo ngajak kenalan ditanya orang mana, oh orang situ? Daerahnya mana? Alamatnya dimana? Knp si u mau sensus penduduk ha.
Twitter: @faisalrosanto
Location: Kudus — Semarang
@rasjawa modelan kayak gitu moga di sensus penduduk 2020 ndak ikut kecatet biar ndak dapet jaminan sosial hahaha

KESIMPULAN
Publik masih memiliki awareness yang cukup rendah terhadap SP2020 jika dilihat dari data Twitter. Publisitas melalui Twitter masih didominasi oleh akun BPS RI. Untuk meningkatkan interaksi dan engagement maka konten harus lebih dibuat menarik dan memicu interaksi dengan masyarakat. Hashtag #mencatatindonesia sebagai hashtag utama SP2020 telah berhasil menjadi alat mengkomunikasikan SP2020.
