Catatan dari ‘Zero to One’

“What important truth do very few people agree with you on?”

Penting untuk memikirkan dan merencanakan masa depan. Bukan karena masa depan tersebut belum terjadi, tetapi karena keadaan di masa depan secara signifikan akan berbeda dengan saat ini.

Terdapat dua jenis progress dalam menyongsong masa depan: progress secara vertikal (technological breaktrough) atau progress secara horizontal (globalisasi).

Dengan sumber daya yang terbatas, progress horizontal menjadi tidak akan stabil. Dibutuhkan terobosan teknologi yang signifikan dalam menyongsong masa depan, terobosan yang membuat progress dari 0 ke 1.

Untuk membuat progress vertikal, kita perlu untuk mengkritisi perspektif dalam melihat masa depan dan fondasi yang kuat. Terdapat beberapa perspektif dalam melihat masa depan. Apakah perspektif tersebut optimis atau pesimis? Apakah perspektif tersebut terdefinisi atau tidak?

Perspektif yang cocok dengan progress vertikal adalah perspektif yang optimis dan terdefinisi, perspektif tersebut dimiliki oleh seorang contrarian. Untuk bidang bisnis, perspektif tersebut bisa diwakilkan dengan pertanyaan:

“What valuable company is nobody building?”.

Dalam bidang bisnis, fondasi yang kuat ditentukan oleh dua hal: monopoly dan hukum kekuatan.

Market yang tepat adalah market yang bisa didominasi lalu dijadikan monopoly. Monopoly merupakan pilihan yang tepat karena dapat memaksimalkan profit dengan signifikan, sedangkan market yang mempunyai kompetisi yang kuat tidak akan menghasilkan profit yang signifikan dan membutuhkan usaha yang besar untuk sintas.

Hukum kekuatan akan menentukan apakah perusaahan anda dapat mengalahkan perusahaan lain secara radikal dan seberapa tinggi tingkat durability dari perusahaan anda. Tingkat durability yang dimaksud adalah kurang lebih selama 10–15 tahun.

Pada akhirnya, progress vertikal akan menghasilkan singularity: keadaan dimana teknologi akan mempunyai kekuatan yang sangat besar dan akan mengubah batasan pola pikir manusia. Seperti perubahan diskrit dalam skala yang kontinu, perubahan dari 0 ke 1.

Like what you read? Give Adrian Maulana M a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.