Perwujudan Dajjal Sebagai Tanda Akhir Zaman

Sebelum menuju pokok bahasan, mari kita pahami kandungan-kandungan ayat Al-Quran, salah satunya mengenai “berpikir”. Kita tahu bahwa manusia memiliki satu kelebihan yang diberi Tuhan yaitu akal. Di dalam Al-Quran banyak ditemui ayat-ayat mengenai perintah untuk berpikir.

“…untuk kaum yang berpikir, ..apa kamu tidak memahaminya, ..bagi yang berpikir, ..berpikir, ..berpikir.”

Saya tidak akan mencantumkan ayatnya satu per satu. Saya yakin Anda pernah membacanya beberapa kali bahkan mungkin sering. Dan silahkan jika Anda ingin membaca ayat-ayat tentang seruan untuk berpikir. Sungguh banyak ayat-ayat mengenai hal ini.

Yang saya bicarakan adalah, kata berpikir yang diajarkan Al-Quran, bukan kata pelengkap ayat saja. Tapi benar-benar memiliki penekanan yang sangat serius. Serius. Pertama, manusia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki makhluk lain yaitu akal. Kedua, sungguh banyak ayat yang mencantumkan kata “berpikir” dan “memahami”.

Artinya, kita perlu untuk benar-benar serius memperhatikan, berpikir dan memahaminya. Untuk bisa memahami, kita kadang perlu untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, perspektif yang berbeda, mengumpulkan data, memperhitungkan peluang, kemudian menarik kesimpulan.

Banyak Muslim yang setuju bahwa Al-Quran adalah pedoman hidup manusia. Sedangkan, yang terjadi sekarang adalah, rasa malas bahkan hanya untuk membacanya. Jujur saja, saya pun malas membacanya karena itu berbahasa arab. Saya tidak mengerti. Setiap orang pasti akan langsung mengantuk dalam beberapa menit saja jika mereka melihat/membaca apa yang mereka tidak mengerti. Bahkan parahnya membaca itu hanya untuk sekedar ritual. Pemahamannya, jika tidak membaca “ini” maka tidak sah. Maka terpaksalah untuk tetap membacanya tanpa tahu sama sekali apa yang dibaca itu. Mengucapkan ayat Al-Quran tidak ada bedanya dengan mengucapkan mantra. Saat sakit baca ayat ini, saat susah baca ayat itu, saat senang baca ayat yang ini, saat sembahyang baca ayat yang itu. Bukankah tidak berbeda dengan mantra? Padahal kita setuju bahwa Al-Quran merupakan wahyu Tuhan & pedoman manusia. Sungguh tulisan yang sangat bernilai tak ada duanya. Hal itu karena kita benar-benar tidak memahami maksud dari setiap ayat tersebut. Andai saja kita boleh mengucapkan ayat-ayatnya dalam bahasa Indonesia pasti kita akan lebih mudah dan cepat paham tentang isi kandungan setiap ayat yang kita baca.

Tetapi sungguh, ayat Al-Quran apalagi ketika sembahyang, harus diucapkan oleh bahasa Arab. Kok Arab? Jenggotan, sorbanan, sok-sok an..

Bukan begitu, ambil contoh saja kalimat;

Goodluck. Bila dipisahkan adalah Good=Bagus dan Luck=Keberuntungan. Tapi saat disatukan kemudian di alih bahasa ke Indonesian menjadi Semoga Beruntung.

Left Behind=Tertinggal. Padahal Left=Kiri dan Behind=Di belakang. Tapi kenapa artinya menjadi tertinggal, bukannya Di belakang sebelah kiri??

Translation/alih bahasa sesungguhnya mengurangi sedikit ataupun banyak dari makna asalnya.

Jadi maksudnya adalah, mari kita bersama-sama memikirkan juga memahami ajaran-ajaran ini. Jika tidak mengerti, silahkan alih bahasakanlah terlebih dulu tapi tetap kita berhati-hati dengan akurasi maknanya. Setelah kita dapat membacanya, sesuai perintah Al-Quran, kita harus memikirkannya, kemudian menghitung peluang akan “sesuatu”. Termasuk kali ini, mengenai wujud dari dajjal…

Banyak dari kita yang menganggap bahwa Dajjal itu merupakan satu makhluk bermata satu dan bertubuh sangat besar menjulang ke langit sampai-sampai langkah kakinya bisa melewati beberapa bangsa sekaligus. Banyak pula dari kita yang kini mulai acuh terhadap Dajjal, padahal sangat jelas bahwa Dajjal adalah salah satu ciri akhir zaman(kiamat) dan kita tengah hidup di masanya. Mengapa orang-orang banyak yang mulai melalaikan persoalan mengenai dajjal ini? Karena pemahaman mengenai dajjal kurang didalami. Penggambaran mengenai bentuk dajjal bertabrakan dengan logika orang-orang sekarang ini. Jadi sekarang pertanyaannya adalah, apakah Dajjal itu benar-benar mungkin muncul di tengah peradaban yang canggih penuh dengan persepsi-persepsi logis seperti sekarang ini? Mari pikirkan baik-baik, sesuaikan dengan logika kita masing-masing..

Dajjal itu Makhluk atau Perumpamaan?

Ciri-ciri Dajjal yang diramalkan sejak masa Muhammad hidup (kisaran tahun 600 masehi) sangat jauh dari teknologi yang ada sekarang:

  1. Dajjal melihat dengan sebelah mata. Mata kanannya buta. Dajjal hanya memiliki satu mata.
  2. Dajjal memiliki kendaraan berupa keledai berwarna putih. Keledai tersebut dapat melesat dengan sangat cepat sampai-sampai satu langkahnya bisa langsung menempuh puluhan kilometer. Ia dapat terbang diatas daratan maupun lautan. Keledai itu dapat memakan api dan memuntahkan asap.
  3. Dajjal membawa surga dan neraka, dimana surganya adalah neraka dan nerakanya adalah surga.
  4. Dajjal memiliki kemampuan melihat dan mendengar ke berbagai ujung bumi.
  5. Dajjal dapat menyuruh awan untuk menurunkan hujan.

Jika penggambaran Anda bahwa dajjal itu manusia yang selalu tumbuh besar menjadi raksasa yang menyeramkan yang tingginya menjulang ke langit, maka penggambaran Anda tidak tepat.

Mungkinkah seseorang tumbuh menjadi raksasa? Bukankah hal itu sangat tak masuk logika?

Penggambaran dajjal yang merupakan wujud individu menyeramkan merupakan satu kesalahan. Pertama, itu bertentangan dengan logika. Kedua, hal ini menyebabkan kita buta akan kedatangan dajjal. Buta? Ya! Pada nyatanya ciri-ciri dajjal tersebut memang sudah ada sekarang ini. Dajjal merupakan suatu perumpamaan bukan wujud individu, dan kita tidak dapat melihatnya karena anggapan kita bahwa dajjal itu makhluk individu yang sampai sekarang kita belum melihatnya. Kita pun akhirnya cuek…

Dajjal bukanlah makhluk individu, melainkan merupakan perumpamaan.

Melihat sebelah mata. Mata kanannya buta. Dajjal hanya memiliki satu mata.

Simbol / Penyimbolan mata satu (all seeing eye) mudah kita temukan sekarang ini. Everytime, everywhere, everything.

Skenario pertama; Kanan selalu dikonotasikan kepada hal-hal yang baik dan kiri dikonotasikan kepada hal-hal yang buruk. Katakanlah bahwa dajjal hanya melihat dari sisi materialis saja, sedangkan sisi rohaninya buta sama sekali.

Skenario kedua; Simbol / penyimbolan mata satu terdapat dimana-mana sekarang ini. Di pecahan 1 dollar US, film, selebriti, coretan-coretan, tattoo, logo perusahaan, gambar baju, lukisan&illustrasi, ornamen bangunan, dan sungguh masih sangat banyak lagi yang lainnya. Simbol ini sudah dipakai di berbagai aspek penunjang kehidupan.

Dajjal memiliki kendaraan berupa keledai berwarna putih. Keledai tersebut dapat melesat dengan sangat cepat sampai-sampai satu langkahnya bisa langsung menempuh puluhan kilometer. Ia dapat terbang diatas daratan maupun lautan. Keledai itu dapat memakan api dan memuntahkan asap.

Benarkah ada keledai yang bisa melesat begitu cepatnya? Begitu mengerikan jika benar-benar ada. Tapi jika ini kendaraan dajjal, bukankah itu mungkin, kan? Apa hanya karena dajjal, maka di muka bumi ini akhirnya muncul seekor keledai yang begitu hebatnya?

Disebutkan bahwa keledai ini dapat melesat hingga satu langkahnya bisa menempuh puluhan kilometer, bisa terbang diatas daratan dan lautan. Bagaimana dengan pesawat jet? Yoman, pesawat jet.

Keledai ini dapat memakan api dan memuntahkan asap. Kita ambil contoh yang sederhana saja, yaitu mesin sepeda motor. Tenaga motor dihasilkan dari ledakan dalam mesin yang mendorong komponen bernama piston secara berulang-ulang sehingga menghasilkan putaran mesin / RPM(rotation per minute). Inilah yang menjadi sumber tenaga penggerak sepeda motor. Kita tahu sepeda motor memerlukan bahan bakar berupa bensin. Bensin tersebut dialirkan dari tanki menuju dapur pembakaran. Ketika bensin sampai di ruang pembakaran, komponen busi akan memercikan api yang kemudian akan membakar semua bensin didalam ruang pembakaran tersebut, maka terjadilah ledakan. Ledakan ini akhirnya mengubah partikel bensin & api menjadi asap yang dikeluarkan melalui knalpot. Memakan api dan memuntahkan asap? Tentu jawabannya kendaraan berbahan bakar minyak.

Dajjal membawa surga dan neraka, dimana surganya adalah neraka dan nerakanya adalah surga.

Narkoba, seks bebas, minuman beralkohol, korupsi, harta dan tahta yang didapat dengan cara curang, adalah beberapa contoh dari surga yang ditawarkan dajjal tetapi sejatinya adalah neraka Tuhan.

Kejujuran, membela yang benar, melakukan kebaikan, beribadah, adalah beberapa contoh dari neraka yang ditawarkan dajjal, tetapi juga sejatinya adalah surganya Tuhan.

Dajjal memiliki kemampuan melihat dan mendengar ke berbagai ujung bumi.

Dengan teknologi yang ada sekarang ini kita bahkan akan sangat setuju bahwa suatu kelompok yang memiliki izin akses pasti dapat melihat citra dan mendengar suara dari berbagai pelosok bumi hanya dengan waktu yang singkat bahkan realtime, kapanpun mereka mau. Mendengar dan melihat langsung ke berbagai tempat di bumi bukanlah perkara yang tidak mungkin lagi di zaman sekarang ini.

Dajjal dapat menyuruh awan untuk menurunkan hujan.

Pernah mendengar tentang pembenihan awan?

Pembenihan awan merupakan satu teknik untuk membuat awan menurunkan hujan. Pihak yang bersangkutan memutuskan wilayah mana yang ingin dihujani, kemudian mereka mendeteksi dan memutuskan awan yang mana yang kira-kira terbang kearah tersebut. Lalu pesawat/helikopter diterbangkan dengan membawa garam lalu menaburkannya diatas awan yang dikehendaki. Apabila berhasil, tak lama kemudian turunlah hujan.

Sampai disini, kita bisa mulai memperhitungkan peluang bahwa dajjal memang sebuah perumpamaan. Kita perlu memahaminya sesuai perintah Al-Quran. Tapi tentunya, keyakinan adalah hak bebas tiap-tiap dari kita. Bila percaya dajjal adalah makhluk individu silahkan, ataupun percaya dajjal adalah perumpamaan pun silahkan…

Ciri-ciri dajjal yang lainnya akan saya bahas di tulisan selanjutnya…

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.