Freedom

Karena konsistensi itu tuntutan dan kebebasan itu hal lain.

Awal main instagram gak pernah kepikiran kalo ternyata selain upload foto yang bagus, juga melihat kerapian feednya.

Beberapa bulan terakhir ini, sayapun mulai membiasakan diri untuk konsisten upload foto di IG dengan genre yang sama, jadinya feed pun terlihat rapi karena ‘seirama’, irama minimalist.

Dan, konsistensipun mulai berbuah hasil. lambat laun followers nambah, mulai sering di feature akun-akun minimalist IG lain, dan orang lainpun mulai mengenal saya dengan branding genre minimalist.

Tapi, konsistensi juga punya efek lain. ‘ketidakbebasan’ berekspresi di banyak genre fotografi lainnya pun dikorbankan.

Tapi, untunglah Instagram sekarang punya fitur multiple account. Saya bisa punya akun lain diluar akun utama sebagai wadah kreatifitas yang tanpa batas, tanpa konsistensi, tanpa harap followers banyak. hehe..

Bagai kentut yang tercurahkan. wushh…

Saya rindu dengan creamy bokeh, rindu dengan foto-foto di jalanan, dengan foto-foto bunga, foto-foto gesture gak jelas. Rindu dengan spontanitas.

You can find another me at @jurnalpisual (instagram)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.