Aku Iri Padamu

source : weheartit

Iya kamu, aku terpesona dengan hijabmu yang menjuntai menutupi helai-helai mahkota yang dulu badai.

Awalnya keputusan yang berat? semoga tidak, tapi mungkin iya. Entahlah, kamu hebat! Jika tidak terbiasa tidak mudah belajar memakai hijab dengan berbagai model rumit zaman sekarang, apalagi dengan suhu Ibukota yang …uh panasnya. Lalu cibiran orang. Mereka bilang, Ribet hijab panjang-panjang. kebebasan perempuan dikekang! 
 Tapi kamu tetap memilih hijab untuk bebas. Bebas dari dosa mungkin tidak sepenuhnya, bebas dari cibiran tidak juga. Lantas bebas dari apa? Bebas dari kebodohan masa lalu, katamu.

Aku iri seketika.
 Bukan karena jilbabmu, aku sudah biasa memakainya sejak kecil dulu, tapi hijrahmu. Seperti apa rasanya jadi seseorang yang baru? Seperti apa rasanya menanggapi cibiran dan tatapan aneh itu? semua itu kau anggap sambil lalu, dan tetap teguh memperbaiki dirimu. Sedangkan aku?

Aku iri padamu. Maksudku, Lihatlah kebelakang lalu lihat dirimu sekarang. Tidak salah jika ada yang bilang, Bidadari dunia memang tidak bersayap tapi ia berhijab. 

 Happy (belated) world hijab day! ❤

Like what you read? Give Adzkia Husnul a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.