Adakah Tempat di Dunia Ini yang Tidak Bising?

I.
Katamu aku harus berhenti hidup dalam fantasi, tapi kenyataan hanyalah tumpukan omong kosong
Kenyataan hanyalah melahirkan orang — orang yang putus asa dan egois
Ketika kenyataan tak sanggup membuat hati dan perut yang kosong menjadi kenyang, fantasi mengobatinya dengan berbagai cara
Lalu, bagaimana lagi aku harus hidup? Jika antara jam 10 malam dan 4 pagi hanyalah disambungkan dengan fantasi?
Ketika fantasi dan kenyataan hanyalah sebatas detik ke detik
II
Aku tidak mau hanya hidup untuk menyenangkan orang lain
Mengapa orang lain berbicara seolah-olah ucapan mereka adalah kenyataanku?
III.
Adakah tempat di dunia ini yang tidak bising?
Aku ingin ke tempat itu, dimana tak sesuatupun di dunia ini sanggup mengabaikan suara paling kecil dalam diriku sekalipun
Benar kata Adjidarma, dunia ini sudah keluberan kata — kata
Apa pula yang sanggup dibatasi oleh kata — kata?
IV.
Hari apa yang paling bagus untuk piknik?
Kita saja, ke sebuah taman di dekat danau yang airnya bening sehingga bisa kulihat pantulan diri kita diatasnya
Aku ingin melamun sepanjang hari disana tanpa memikirkan apapun
Tidak untuk merenung
Tidak untuk menyesali kata — kata yang sudah terlanjur terucap
Kita saja, menikmati diri sendiri
Tidak untuk mengkhawatirkan masa depan
Tidak untuk menunggu hari yang lebih cerah
Aku saja, menghadapi diriku yang lain
