Adakah Tempat di Dunia Ini yang Tidak Bising?

Lia A.
Lia A.
Aug 28, 2017 · 2 min read

I.

Katamu aku harus berhenti hidup dalam fantasi, tapi kenyataan hanyalah tumpukan omong kosong

Kenyataan hanyalah melahirkan orang — orang yang putus asa dan egois

Ketika kenyataan tak sanggup membuat hati dan perut yang kosong menjadi kenyang, fantasi mengobatinya dengan berbagai cara

Lalu, bagaimana lagi aku harus hidup? Jika antara jam 10 malam dan 4 pagi hanyalah disambungkan dengan fantasi?

Ketika fantasi dan kenyataan hanyalah sebatas detik ke detik

II

Aku tidak mau hanya hidup untuk menyenangkan orang lain

Mengapa orang lain berbicara seolah-olah ucapan mereka adalah kenyataanku?

III.

Adakah tempat di dunia ini yang tidak bising?

Aku ingin ke tempat itu, dimana tak sesuatupun di dunia ini sanggup mengabaikan suara paling kecil dalam diriku sekalipun

Benar kata Adjidarma, dunia ini sudah keluberan kata — kata

Apa pula yang sanggup dibatasi oleh kata — kata?

IV.

Hari apa yang paling bagus untuk piknik?

Kita saja, ke sebuah taman di dekat danau yang airnya bening sehingga bisa kulihat pantulan diri kita diatasnya

Aku ingin melamun sepanjang hari disana tanpa memikirkan apapun

Tidak untuk merenung

Tidak untuk menyesali kata — kata yang sudah terlanjur terucap

Kita saja, menikmati diri sendiri

Tidak untuk mengkhawatirkan masa depan

Tidak untuk menunggu hari yang lebih cerah

Aku saja, menghadapi diriku yang lain

)