Uang Receh Untuk Kaum Urban

Uang receh siap ditukarkan

“Ah…seleramu receh”

Kata receh/recehan sering digunakan untuk mewakili kata murah, tidak berkualitas atau tidak bernilai. Uang receh pun begitu nasibnya, dianggap tidak benilai. Dapat dari kembalian setelah belanja, kadang bilang ke petugas kasir “ga usah mas/mbak”, malang sekali nasibmu uang receh, banyak yang menolakmu, kalah bersaing dengan uanggap kamu sebagai kakakku. Cieee kakak adik-an (humor receh, maaf jika tidak lucu).

Paling beruntung, uang receh ini disedekahkan ke kotak amal dekat kasir atau dimasukan ke tas tapi sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak diambil. Cieee kali ini dilupakan.

Tapi semua itu berubah ketika anda sudah merasakan menjadi perantau, banting tulang di Jakarta dan sudah tidak diberi suntikan dana oleh orang tua. Sereceh-recehnya uang, itu tetap uang dan bernilai. Ingat peribahasa sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit? Gunakanlah peribahasa itu untuk memperlakukan uang receh karena peribahasa itu sangat membantu, misalnya:

  • Membayar Parkir

Ya, di Jakarta hampir tidak ada yang gratis terutama parkir. Kalau di Solo (kota asal saya) dan sekitarnya, belanja di minimarket parkirnya gratis, di Jakarta, motor bayar Rp 2,000, huft…

  • Beli Sarapan

Setelah kalian kumpulkan uang receh kalian, hitunglah, tak terasa kalian sudah mengumpulkan uang yang jumlahnya lumayan untuk membeli bubur atau nasi sayur di warteg seharga Rp 10,000 — Rp 15,000. *note: jangan malu membayar dengan uang receh*

  • Tabungan Tambahan

Kalau kalian selalu mendapatkan uang receh dari kasir minimarket itu artinya mereka juga membutuhkan uang receh untuk uang kembalian kan? Artinya jangan malu untuk menukarkannya ke kasir minimarket pasti kalian akan dilayani. Tapi sebelum itu pisahkanlah uang receh kalian berdasarkan nominalnya agar mudah untuk dihitung (seperti foto di atas). Jika sudah, jangan dibelanjakan sekali lagi jangan dibelanjakan tapi jadikanlah tabungan tambahan, terserah kalian mau menyimpannya dimana.

Ingat sereceh-recehnya uang, itu tetap uang dan bernilai jadi manfaatkanlah sebaik mungkin. Rajinlah menabung dan gunakan uang seperlunya, jangan sampai kalian termasuk kaum miskin urban yang penting eksis dan nge-hits di dunia maya seperti di tulisannya Gayatri Jayaraman.