Sajak Tentang Waktu


Dari balik jendela terselipkan dirinya dalam bentuk musim

Menjalar panjang menjadi bayang menghapus sisa-sisa

Hidup orang yang diserapnya dengan tabah

Dari balik pisau –dari balik sakit –dari balik penghujung

Dunia dia membunuh orang-orang dengan perlahan

Berjalan diatas lengkungan tubuhnya yang dibuang di dalam liang

Dari sela-sela jam dinding dia tanpa pernah meminta

Izin dengan takjim meggerakkan jarum-jarumnya

Dengan tergesa-gesa

Dari balik kertas dan pena dia bersembunyi kemudian

Datang dengan catatan baru tentangnya

Hingga dia selesai tertulis

Dari ujung selat cakrawala dia lalu datang

Hanya menyapaku “selamat pagi “ “Selamat siang”

“selamat malam” selamat tinggal”:

Dan aku mati disini karenanya

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.