Suatu Sore

Sore itu, kau pulang bersamaan dengan turunnya kabut malam menjelang, terdengar suara mobil tuamu dari balik dinding rumah. Langkahmu semakin dekat, langkahku semakin cepat. Kau duduk di pelataran rumah seperti biasa lalu beranjak mendekati diri memeluk dan mengecup keningku, hingga saat ini pelukan sederhanamu masih membuatku merasa hangat seperti tungku perapian dalam rumah mampu mengusir dingin yang mengalir pada tubuh.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.