Bapak Penjual Kerak Telor

Agto
Agto
Jul 21, 2017 · 2 min read
ini Monas. ya, mungkin ada yang belum tau. :D

Entah apa yang ada di benak Hendrik, secara tiba-tiba mengajak keluar buat nyetrit. Jam 8 malam mau foto dimana?

Jadilah kami ke Kota Tua. sesampainya disana sekitar jam 10:10 malam, ternyata sudah tutup. Yah!

Jadilah kami terdampar di Monas. Monas juga tutup. Ya udah jadinya duduk-duduk saja disana sambil pesan Kerak Telor. Alesan sih, padahal mau fotoin si bapak bikin kerak telor. — daripada gigit jari.

Setelah dapet ijin dari beliau, saya langsung ambil foto.

si Bapak sadar kamera. huehe..
Mas Soto Ayam masih ceria, sedang si Bapak Kerak Telor udah nampak letih, karena memang hari sudah larut.

Singkatnya, saya dan Hendrik mengakhiri perjalanan gagal ini di Tahu Campur Matraman!

Maksa oi!
)
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade