Dadakan ke Bromo

Ini betul-betul dadakan deh main ke Bromo. Waktu itu kami sedang main ke Pantai Teluk Asmoro di selatan Malang, yang lokasi nya ga begitu jauh dari pantai Sendang Biru. Mas Rio – walaupun usianya jauh lebih muda dari saya, namun karena putra dari pakde, menurut silsilah jawa saya tetap harus memanggilnya dengan gelar ‘mas’. Hehe.. – mengajak saya main ke Bromo. Saya yang memang niat buat main – main di Malang saat mudik langsung menyetujuinya.
–
Singkat cerita, 2 hari kemudian kami ber empat, mas Rio mengajak teman nya boncengan 1 motor, sedang saya bersama adik saya Mahen. Jam 11.30 malam saya dan Mahen menuju rumah mas Rio, yg tak jauh dari rumah kami berdua.
Hanya beberapa menit kemudian kami sudah sampai. Setelah berpamitan dengan budhe, kami ber empat pun berangkat, dengan 2 motor trail. Rute nya adalah, kami berangkat lewat Jabung. Selama perjalanan menuju Bromo, kami aman dan selamat, cuman saya dan mahen sempat jatuh 1x karena terpeleset lumpur, jadilah kami berdua kena lumpur. Haha..

–



2 jam kemudian kami telah sampai di loket masuk Bromo. Setelah istirahat sejenak kami pun melanjutkan naik ke penanjakan. Tepatnya kami ke bukit Kingkong – entah, nama dari mana itu. Di spot ini saya lebih banyak menjumpai turis manca ketimbang lokal.


Saya pikir, sepertinya kurang seru kalau terlalu banyak orang, maka saya mengajak Mahen mencari spot lain. Kami menemukan jalan setapak. Kami telusuri, dan ya! Disini tidak ada siapa2.




Matahari mulai muncul, dan saya merasa sedikit kecewa, tidak ada kabut disana. Padahal itu atraksi yang bagus di bromo.










–
Setelah puas mengambil foto, kami pun turun menuju padang pasir. Kami istirahat disini, dan sarapan. Saya sempatkan untuk tiduran. Sedang mas Rio dan Mahen bermain-main motor trail.



–
Hari semakin siang, kami pun beranjak. Saya dan Mahen naik menuju kawah, sedang mas Rio dan teman nya menunggu dibawah. Mungkin malas, karena memang sungguh melelahkan. Terlebih bau ampas kuda! Haha..


–
Setelah puas kami pun mengakhiri perjalanan. Sudah terlalu capek, terlebih, Mahen mengalami ‘kecelakaan’ yg cukup menggelikan. Huehe.
Kami pulang lewat Jarak Ijo, Poncokusumo, Tumpang, dan berakhir di Malang.
Seru sekali, kalau ada kesempatan lagi, saya ingin ke Bromo lagi.

