Dadakan ke Bromo

Agto
Agto
Jul 21, 2017 · 4 min read

Ini betul-betul dadakan deh main ke Bromo. Waktu itu kami sedang main ke Pantai Teluk Asmoro di selatan Malang, yang lokasi nya ga begitu jauh dari pantai Sendang Biru. Mas Rio – walaupun usianya jauh lebih muda dari saya, namun karena putra dari pakde, menurut silsilah jawa saya tetap harus memanggilnya dengan gelar ‘mas’. Hehe.. – mengajak saya main ke Bromo. Saya yang memang niat buat main – main di Malang saat mudik langsung menyetujuinya.

Singkat cerita, 2 hari kemudian kami ber empat, mas Rio mengajak teman nya boncengan 1 motor, sedang saya bersama adik saya Mahen. Jam 11.30 malam saya dan Mahen menuju rumah mas Rio, yg tak jauh dari rumah kami berdua.

Hanya beberapa menit kemudian kami sudah sampai. Setelah berpamitan dengan budhe, kami ber empat pun berangkat, dengan 2 motor trail. Rute nya adalah, kami berangkat lewat Jabung. Selama perjalanan menuju Bromo, kami aman dan selamat, cuman saya dan mahen sempat jatuh 1x karena terpeleset lumpur, jadilah kami berdua kena lumpur. Haha..

Mahen diantara kopi-kopi.

Kami Ber empat di dekat loket Bromo.

2 jam kemudian kami telah sampai di loket masuk Bromo. Setelah istirahat sejenak kami pun melanjutkan naik ke penanjakan. Tepatnya kami ke bukit Kingkong – entah, nama dari mana itu. Di spot ini saya lebih banyak menjumpai turis manca ketimbang lokal.

Fajar di bukit Kingkong.

Saya pikir, sepertinya kurang seru kalau terlalu banyak orang, maka saya mengajak Mahen mencari spot lain. Kami menemukan jalan setapak. Kami telusuri, dan ya! Disini tidak ada siapa2.

Jalan setapak yang kami telusuri, berkahir disini.

Matahari mulai muncul, dan saya merasa sedikit kecewa, tidak ada kabut disana. Padahal itu atraksi yang bagus di bromo.

Foto — foto yang saya ambil dari atas.
Penampakan Bromo dari bukit Kingkong.
Ini gunung apa ya ?
Bermail sepeda Trail di padang pasir.

Setelah puas mengambil foto, kami pun turun menuju padang pasir. Kami istirahat disini, dan sarapan. Saya sempatkan untuk tiduran. Sedang mas Rio dan Mahen bermain-main motor trail.

sok gaya. Haha…

Hari semakin siang, kami pun beranjak. Saya dan Mahen naik menuju kawah, sedang mas Rio dan teman nya menunggu dibawah. Mungkin malas, karena memang sungguh melelahkan. Terlebih bau ampas kuda! Haha..

Mahen sudah seperti penduduk lokal. Hehe..
Untuk naik ke kawah kita bisa sewa kuda.

Setelah puas kami pun mengakhiri perjalanan. Sudah terlalu capek, terlebih, Mahen mengalami ‘kecelakaan’ yg cukup menggelikan. Huehe.

Kami pulang lewat Jarak Ijo, Poncokusumo, Tumpang, dan berakhir di Malang.

Seru sekali, kalau ada kesempatan lagi, saya ingin ke Bromo lagi.

Pemandangan dari atas Kawah Bromo.
)
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade