Working from Home? Why not?

Bekerja dari rumah? Kenapa tidak?. Ya saya bekerja secara remote dari rumah, bisa dari mana saja sih. Asalkan ada koneksi internet dengan speed yang lumayan. 2–10Mbps cukup.

Pekerjaan ini saya peroleh 6 tahun yang lalu di situs sebut saja kerjaan-dijalan dot co dot id. Lowongan dengan tag line home job based. Saya pikir itu data entry seperti model orang cari duit instanly. Pekerjaan saya menuntut saya bekerja dari rumah, menuntut saya tidak kena macet, menuntut saya makan dirumah ( masak sendiri), kerjaan ini menuntut saya untuk disubsidi tagihan internet nya oleh kantor.

Sebetulnya masa masa 2010 adalah masa dimana saya masih bekerja di Jakarta. Ketika Gunung Merapi meletus. Termasuk erupsi terbesar yang kami alami. Tanah seperti bergetar. Kemudian saya berpikir untuk bekerja di Jogja. Karena disana ada ibu dan nenek saya yang cuma berdua. Susah kalau ada apa apa disana. Akhirnya saya memutuskan resign dan tentu sambil melakukan apply lamaran ke beberapa perusahaan. Bulan Desember adalah pertaruhan karier saya. Di bulan itu saya berniat ambil sertifikasi CCNA Cisco. Kemudian kembali ke Jakarta atau tetap di Jogja.

Takdir berkata lain..Tuhan bekerja dengan ajaib dalam hidup saya

bersambung

Like what you read? Give Agustinus Giri Hartono a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.