Berpikir


Kenapa berpikir? Karena hari ini gue punya waktu luang untuk berpikir lebih detil. Bahkan tentang sudut kamar gue kelak, kalau gue kembali ke rumah orangtua gue.

Gue berpikir? Karena gue punya free time setelah istirahat siang sekitar 4 jam tadi. Akhirnya gue memilih untuk berpikir tentang ini dan itu. Tentang janji gue ke ortu bahwa tahun ini gue akan tepati untuk kembali ke rumah. Dan menemani mereka sampai mereka siap untuk kembali ke Ambon.

Gue sedang berpikir, tentang advice sahabat gue, bagaiamana gue seharunya mengatakan rencana gue untuk mengundurkan diri kepada bos redaksi dan manager hrd gue. Hal itu baik untuk meninggalkan kesan dan pesan manis dari gue untuk perusahaan. Dan gue akan lakukan itu, mungkin akhir bulan ini.

Gue juga berpikir? Tentang kamar kost gue yang sekarang. Ok, gue gak akan pindag ke kamar yang ber-AC tepat di samping kamar gue sekarang. Gue ambil waktu untuk memikirkan dan mempertimbangkan itu semua. Karena itu menyangkut finansial gue. Mengingatkan gue akan mahalnya biaya tiket pesawat menuju ke Papua. Hahaa.. gue harus semakin hemat. Bisa jadi hari ini menjadi gajian terakhir gue.

Yang tak luput ketika gue berpikir. Gue tadi berpikir tentang hubungan gue dengan teman dekat gue aka pacar gue yang sekarang. Uhh, ini gue butuh pause bentar untuk minum air yang banyak, dan kembali berpikir. Gue berpikir tentang begitu banyak perbedaan prinsip dan sikap yang kita miliki. Entah gue yang harus terus berubah dan bertahan, atau bagaimana. Nyokap gue selalu ingatin gue, untuk tidak menyakiti pasangan gue, dan tetap menghargai dia. Gue lakuin itu kok, dalam hal apapun yang gue lakuin, semampu gue tidak menyakiti, bahkan kalau boleh tidak merepotkan. Kadang gue berpikir ketika gue sedang berpikir, gue pun mau menuntut hal yang sama. Nyokap gue bilang, waktu akan menjawab semua keinginan kamu itu. Gue gak tahu ujung dari hubungan ini seperti apa. Gue berpikir, kadang gue takut. Tuhan begitu nyata berbicara sama gue, dan gue seperti mengeraskan hati hanya karena…., ah sudahlah.

Kalian pernah tidak merasa sedang tak berdaya, sakit, tapi harus berpikir. Ah itu menyakitkan, teman. Setelah bangun dari tidur siang tadi, gue terlalu banyak berpikir.

Tapi gue senang. Karena berpikir hari ini memberi gue banyak inspirasi baru tentang rencana, hubungan, hingga karir gue.

Cukup untuk berpikir hari ini. Gue sisakan space otak gue untuk besok lagi. Bye!

Show your support

Clapping shows how much you appreciated C02’s story.