Apakah Saya Sudah Melakukan Hal Yang Benar?

This is a letter for my fellow coworker at upwardproject.com

Menjelang libur lebaran ada hal yang terbersit dalam pikiran saya. Pertanyaan yang dulu sering muncul, namun akhir-akhir ini mulai terlupakan. Pertanyaan sederhana yang bahkan dulu sering membuat Steve Jobs merenung setiap pagi

“Apakah saya sudah melakukan hal yang benar?”

Kalau ditarik ke peran kita di masyarakat sekarang, apakah kita sudah melakukan hal yang benar dengan membuat software untuk perusahaan lain, sembari tentu belajar membangun produk kita sendiri. Apakah ini yang benar-benar saya inginkan dalam hidup? Apakah apa yang saya lakukan bermanfaat? Apakah yang saya lakukan mampu memenuhi kebutuhan hidup saya di masa yang akan datang?

Tentu tidak mudah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, karena masing-masing dari kita memiliki tujuan dan mimpi yang mungkin berbeda. Masing-masing dari kita memiliki ujian dan cobaan hidup yang berbeda.

Namun, ijinkanlah saya mereview sedikit tentang software apa saja yang telah dan sedang kita bangun saat ini.

  1. Website dan Apps Zakat Kita , membantu masyarakat luas untuk menyalurkan zakatnya dengan mudah.
  2. Sunnah Harian, sebagai sarana untuk berlomba dalam melaksanakan ibadah sunnah harian.
  3. Ini Sedekahku, membantu amil zakat untuk melaksanakan tugas mengambil dana zakat.
  4. Web Corica, Aqiqah NH, Dekorasi Aqiqah , Nurulhayat.org membantu perusahaan untuk mengenalkan produk dan jasanya.
  5. Apps Kosmik, sebagai sarana hiburan, membantu komikus lokal mempublikasikan karya nya
  6. Apps Jawapos, sebagai media membaca berita yang kredibel dan terpercaya.
  7. Logistik Tani-Pangan, membantu pendataan dan pemetaan lahan pertanian dan tenaga pertanian di Indonesia.
  8. Website seribuguru.org , membantu kegiatan volunteer 1000 guru dalam mempromosikan kegiatan, donasi, dan pendaftaran untuk kegiatan Traveling & Teaching di seluruh pelosok tanah air.
  9. Jejakku, membantu traveler mendapatkan pengalaman traveling yang mengesankan dan turut serta membantu masyarakat lokal.
  10. Baby Tracker, membantu ibu dan anak untuk mengawasi tumbuh kembang anak, serta untuk memanage penggunaan asi dan susu formula dalam inventori.

Dan beberapa project coming soon yang belum bisa saya sebutkan satu per satu.

Apa yang telah kita lakukan mungkin belumlah menjadi sesuatu yang mengubah dunia, atau sesuatu yang merevolusi ranah digital. Tapi, satu hal yang pasti, kita MEMBANTU orang.

Kita membantu orang untuk menumbuhkan bisnis mereka, yang pada akhirnya berefek pada ribuan orang lainnya. Kita membantu orang untuk melakukan transaksi informasi dengan lebih cepat. Kita membantu orang untuk mendapatkan jasa dan barang yang mereka butuhkan dengan lebih mudah.

Dengan kemampuan dan kecakapan yang kalian miliki untuk membangun sebuah software, kalian telah membantu banyak orang dan institusi untuk menjalankan roda bisnisnya, dan turut serta membangun perekonomian di negara ini.

Jika kita memposisikan diri sebagai entrepreneur ataupun intrapreneur, maka kita adalah 3,1 % dari 257 juta jiwa rakyat Indonesia.

Sesuai dengan filosofi Upward yang disampaikan Luthfi Ali, yang dapat diartikan Up and Forward, dengan tim yang masih kecil, 4–7 orang, kita perlahan bergerak maju dan naik bertumbuh untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, marilah sekarang kita berjalan dengan kepala tegak untuk menjawab pertanyaan, “Apakah Saya Sudah Melakukan Hal Yang Benar?”

Cheers

Ahimsa Afrizal
Knight

www.upwardproject.com

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.