Review Osjur Persma Day-1
Osjur persma yang dilaksanakan pada tanggal 1 September 2018 menurut saya sangat bermanfaat dan tentu saja mengasyikan. Dari jam 8 sampai sekitar jam 1-an siang, kami dibagi perkelompok untuk berkeliling antarpos yang total ada 4 pos. Di tiap-tiap pos, kami mendapat materi yang berbeda-beda.
Pos pertama yang kelompok saya masuki bermaterikan tentang KM ITB. KM ITB adalah organisasi kemahasiswaan di ITB, yang dibawahi rektorat namun tidak dipengaruhi. Ada tiga lembaga tinggi di KM ITB: Kongres KM sebagai fungsi pengawasan dan legislatif, Kabinet KM dan MWA WM sebagai fungsi eksekutif. Pers Mahasiswa sendiri dalam KM ITB berperan dalam menjaga keberjalanan demokrasi tetap sehat dan netral.
Pos kedua yang kami datangi adalah tentang mengidentifikasi nilai-nilai berita. Ada 13 nilai-nilai berita, di antaranya adalah angle, hangat, unik relefansi, dan dramatis. Untuk melatih kepekaan dalam mengidentifikasi nilai-nilai berita, kita harus sering membaca berita dan menulis, serta harus peka terhadap lingkungan sekitar.
Pos ketiga berisi tentang pers dan jurnalistik pada umumnya, meliputi tentang definisi jurnalistik, landasan hukum pers, kode etik jurnalistik, dan hak jurnalis. Tiga hak yang dimiliki jurnalis yaitu, hak jawab, hak tolak, dan hak koreksi.
Pos terakhir yang kami datangi berisi tentang Pers Mahasiswa ITB, termasuk di dalamnya sejarah pembentukan, visi, misi, dan organogram, serta posisi, potensi dan peran Pers Mahasiswa ITB. Per Mahasiswa ITB dibentuk pada tanggal 14 April 2001 oleh beberapa anggota PSIK yang prihatin terhadap isu-isu diluar kampus. Awalnya produk yang dihasilkan adalah majalah edutrend, lalu pada 2010 menjadi majalah eureka, dan akhirnya sejak tahun 2011 sampai sekarang, produk dari Pers Mahasiswa ITB adalah koran Ganeca Pos.
Tiap pos yang didatangi diakhiri dengan sebuah games yang membuat kegiatan ini menjadi semakin mengasyikan.
Setelah sesi isoma, semua cakra (calon kerabat) persma berkumpul di gedung CAS. Kami kembali melakukan game lalu dilanjutkan dengan diskusi tentang pers dan jurnalistik, perbedaan pers zaman dulu dan sekarang, serta masalah yang dialami jurnalistik Indonesia saat ini. Salah satu tantangan yang dialami saat ini adalah teknologi dan keberjalanan jurnalistik yang dua arah. Semua tantangan yang dihadapi pers Indonesia saat ini, tentu saja dapat terselesaikan jika seluruh jurnalis Indonesia menerapkan sengan sebenar-benarnya kode etik jurnalistik, yang terpenting adalah bersifat akurat, berimbang, beretikat baik, professional, dan senantiasa menguji kebenaran informasi yang dipublikasikannya.
Demikian review singkat saya tentang osjur persma day-1.
@osjurpersmaitb2018
#osjurpersmaitb2018