Rumah Biru Sembalun, Ikhtiar Meniti Energi Mandiri

Ahyar Ros
Ahyar Ros
Aug 29, 2017 · 3 min read
Ternak sapi, Rumah Biru Sembalun, foto Mbk Indhe

Tepatnya di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) terdapat rumah Biru atau (Biogas Rumah). Rumah Biru ini, merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Konsorsium Hivos — Yayasan Rumah Energi (YRE). Program Rumah Biru ini didukung oleh MCA-Indonesia pada Hibah Window (Hibah Kemitraan Kemakmuran Hijau). Kegiatan Rumah Biru bertujuan untuk penyelamatan lingkungan serta penurunan emisi karbon, akibat aktivitas pertanian dan peternakan, tetapi lebih dari itu adalah menuju masyarakat yang mandiri energi serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Rumah Biru berjalan sejak 2009. Melalui pendanaan MCA-Indonesia Hivos-YRE memperluas areal kerja serta memprioritaskan wilayah di se-pulau Lombok yang memiliki potensi, yang belum tersentuh program, salah satunya di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa Sembalun terletak di lembah selat barat Gunung Rinjani, Lombok Timur. Sembalun berada di ketinggian 1150–1200 m, dengan pemandangan alam pegunungan yang mengelilinginya, udara yang masih bersih dan dinginnya terasa dingin, merinding terasa menusuk sum-sum tulang. Selain terkenal dengan hasil pertanian daerah dataran tinggi, Sembalun juga memiliki populasi sapi ternak, yang saat ini mencapai 7.887 ekor (BPS, 2015).

Dari Biogas Rumah Biru masyarakat tak hanya memanfaatkan gas yang dihasilkan untuk untuk kebutuhan memasak sehari-hari saja, nmaun juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber penerangan bagi warga. Selain itu, ampas biogas (bio slurry), yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk lahan pertanian, berupa bahan cair maupun padatan. Pupuk organik hasil biogas ini sangat bagus dimanfaatkan untuk lahan pribadi ataupun sebagai pemasok kebutuhan lahan petani sekitar Desa Sembalun. Menurut Inde seorang pendamping Rumah Biru menceritakan kebutuhan kompos di Desa Sembalun, Lombok Timur mencapai 15 ton pertahunnya.

“Selama ini kompos tersebut masih didatangkan dari luar Sembalun, ini karena tingginya kebutuhan petani akan pupuk kompos, khususnya untuk tanaman kentang, bawang dan strawberry, sedangkan penduduk setempat belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Bagi warga Desa Sembalun, ini merupakan peluang usaha, yang tak hannya meningkatan mandiri energy, tetapi juga tingkat kesejahteraan masyarakat di Desa Sembalun,” Cerita Mbk Inde yang akrab disapa aktivis lingkungan ini.

Potensi inilah yang menjadi pertimbangan Hivos-YRE memberikan training (pelatihan) bagi calon tukang dan supervisor di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

Tukang Biogas dan supervisor, yang dilatih dipersiapkan untuk membantu 60 tukang dan 14 supervisor yang sebelumnya sudah ada untuk membangun 1600 unit digester di seluruh wilayah kerja Program Terang bersama Rumah Biru, untuk selama dua tahun.

Terpilihnya Desa Sembalun sebagai lokasi pelatihan disambut baik oleh Pemerintah Desa setempat. Dengan dipilihnya Desa Sembalun sebagai lokasi pelatihan mampu mengubah pola pikir masyarakat dan memberikan pengetahuan warga untuk pengembangkan potensi, yang dimiliki menjadi lebih bermanfaat, sehingga tujuan desa untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan mandiri dapat terwujud.

Selain itu, mendorong perubahan kebijakan publik agar pembangunan Indonesia dilakukan dengan pembangunan berkelanjutan. Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-Indonesia), berinvestasi untuk menyebarkan pengetahuan tentang energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, dan pertanian berkelanjutan ramah lingkungan.

Program Rumah Biru salah satu bagian dari proyek Kemakmuran Hijau. Program ini berfokus pada penyebaran pengetahuan tentang energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, serta pertanian berkelanjutan di 13 kabupaten pada 4 provinsi Jambi, Sulawesi Barat, NTT, dan NTB, termasuk; Pertama, kabupaten Muaro Jambi, Merangin, Kerinci, dan Tanjung Jabung Timur di Provinsi Jambi. Kedua, kabupaten Mamuju dan Mamasa di Sulawesi Barat. Ketiga, Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Keempat, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Salah satu aktivitas Rumah Biru adalah memberikan pengetahuan hijau dan energy terbarukan dan memastikan peningkatkan keterampilan tenaga kerja dan keahlian dalam peningkatan kapasitas, bantuan teknis, pelatihan kerja dan profesi, agar sejalan dengan kebutuhan nasional untuk mengembangkan strategi rendah karbon.

Menjadikan Rumah Biru sebagai aktivitas dalam ikhtiar hemat energi adalah upaya mendorong pengembangan energy terbarukan, sehingga peran energi dalam membangun peradaban manusia yang tak dapat diabaikan. Ketika kesejahteraan masyarakat meningkat, konsumsi energi juga bertumbuh. Kehadiran Rumah Biru sebagai penyedia energi dengan harga dan cara terjangkau serta aman bagi lingkungan. Keberadaan Rumah Biru, adalah upaya menjadikan potensi dalam pengembangan energi terbarukan demi terwujudnya ikhtiar hemat energi.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba menulis energi terbarukan #15HariCeritaEnergiTerbarukan oleh Kementerian ESDM Republik Indonesia (RI)

)
    Ahyar Ros
    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade