Ahyar Ros
Ahyar Ros
Aug 25, 2017 · 2 min read

Sumber Energi Utama dan Potensi Dampak Lingkunganya

Indonesia memiliki sumber enegi yang berlimpah. Pada tingkat regional Asia Tenggara, Indonesia merupakan produsen minyak terbesar, namun, karena kebutuhan domistik yang tinggi, menuanya ladang serta rendahnya tingkat investasi akibat regulasi baik ditingkat nasional maupun daerah membuat Indonesia terpaksa harus mengimpor komoditas tersebut.

Penurunan volume produksi akan terus berlanut. Kondisi ini berbeda dengan gas bumi, di mana Indonesia juga merupakan raja di wilayah Asia Tenggra. Produksi gas terus memperlihatkan tren peningkatan. Salah satu jalan untuk mempertahankan atau meningkatkan volume produksi adalah dengan mengejot investasi, khususnya untuk kegiatan eksplorasi. Namun mendatangkan investor tidaklah mudah mengingat resiko bisnis industri ini snagat besar. Maka tidak heran, jika industri ini cenderung oligopolistik (di mana permainan-permainan besar menguasai pangsa produksi).

Besarnya resiko bisnis dapapt dilihat dari aktivitas eksplorasi dan eksploitasi. Kegigihan upaya eksplorasi sama sekali tidak menjamin ditemukannya cadangan minyak dalam jumlah yang signifikan dan banyak. Padahal, disisi lain dana yang dikeluarkan tidak sedikit, dan dampak yang diakibatkan terhadap lingkungan juga sudah dirasakan. Potensi dampak ang ditimbulkan dapat terjadiatas atmosfer, tanah, air ekosistem disekelilingnya bahkan manusia. Lebih jauh juga terdapat beragam kondisi darurat, yang kapan saja dapat terjadi, terdapat pula beragam kondisi darurat yang kapan saja dapat terjadi, seperti ledakan dan kebakaran. Bencana semacam ini tentu berdampak lebih parah bagi lingkungan.

Selain migas sumber energi fosil yang dibahas adalah batubara, yang memiliki peran sangat vital dalam elektrifikasi nasional. Tanah air kita memiliki cadangan batubara yang jauh lebih besar dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Tingkat produksi dan volume ekspor pun terus bertumbuh hingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu eksportir terbesar di dunia, namun negara-negara eksportir terus mendapat sorotan dari mayarakat Internasional, akibat dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan, baik selama proses penambangan maupun pada saat diubah menjadi tenaga listrik. Dampak negatif dari batubara terjadi pada air, tanah, udara dan satwa liar lainya yang hidup di hutan.

Menyadari dampak buruk dari eksploitasi batubara, banyak negara kini berupaya mencari energi alternatif. Indonesia merupakan salah satu negara yang secara ukuran “geografis” sangat beruntung karena berokasi di atas jalur cincin api sehingga memilki cadangan gas panas bumi yang besar. Dilihat dari volume cadangan yang dimiliki, geoternal berpotensi mengantikan batubara dalam menghasilkan listrik. Hambatan terberat untuk memanfaatkan energi panas bumi di tanah air disebabkan oleh banyaknya cadangan yang terletak di kawasan konservasi. UU gas bumi yang disahkan 2014 diharapkan menjadi solusi atas masalah lingkungan tersebut.

)
    Ahyar Ros

    Written by

    Ahyar Ros

    Blogger | Like Fotografi | Fellowship Tempo Institute | Kampung Media | Kompasianer |