Dapatkah Kerjasama Kebijakan Moneter Internasional Menjadi Kontraproduktif
Suatu rezim dimana pemerintah
melakukan kebijakan moneter secara
independen yang mampu menghasilkan tingkat
inflasi yang konsisten waktunya lebih
rendah daripada rezim yang mana bank
sentral mampu untuk bekerja sama. Tapi
kerjasama antar pemerintah dapat
memperburuk masalah kredibilitas bank
sentral yang berhadapan dengan sektor
swasta. Sementara ini, kondisi dimana
kerjasama yang mengarah ke tingkat
inflasi yang lebih tinggi secara sistematis
cukup bisa diterima oleh akal. Dalam
kedua peristiwa tersebut, respon kooperatif
terhadap gangguan yang tidak terduga
setidaknya sama baiknya dengan respons
non-kooperatif, dalam arti menstabilkan
lapangan kerja dan inflasi di sekitar nilai
rata-rata yang ditentukan oleh pasar
mereka.
Sementara hasil utama yang telah
dieskpresikan dalam model rasional
kontrak ekspektasi penyebuhan upah, itu
jals akan muncul dalam model alternatif
non-netralis dan berbagai sumber masalah
konsistensi waktu. Kerjasama dapat
menjadi kontraproduktif jika, misal dalam
model substitusdi mata uang yang fleksibel
dimana setiap bank sentral berusaha
memaksimalkan seignorage.
Kebijakan moneter yang tidak
diantisipasi dapat memiliki efek yang
nyata, karena kontrak upah nominal
dinegosiasikan pada satu periode
sebelumnya. Permintaan untuk
keseimbangan uang riil di setiap negara
adalah fungsi penurunan tingkat bunga
nominal dan fungsi peningkatan
pendapatan riil.
