Cerita Nenek Aisyah
Minggu, pagi ini ada suara mobil didepan rumah. Yah. Sepertinya adik dan ibuku sudah paham siapa mobil itu. Aku yang baru bangun dari tidur kedua setelah shalat shubuh, akupun bangun dan langsung jalan ke ruang depan agar menghirup udara segar disitu. Ini karena letak kamarku berada dibelakang dan tanpa fentilasi yg cukup , bahkan terkadang bau asap mobil karena selain dibelakang, kamarku ini menempel dengan garasi mobil ayah. Meskipun seperti itu aku tetap bersyukur, karena dibandingkan dengan yg lain kamarku ini lumayan luas.
Duduk termenung dan menenangkan diri sambil menghirup udara segar dengan tambahan suhu yg dingin akibat seringnya musim hujan diawal tahun ini. Suara mobil itu sudah hilang dan terdengar suara langkah yg menurut perhitungan ku itu tidak hanya ayah ku saja yg akan masuk ada lebih dari satu langkah kaki yg mau masuk kedalam rumah. Aku yg duduk diruang depan ini penasaran sambil bertanya-tanya dalam hati “siapa yg didalam mobil itu”
sepertinya adikku juga penasaran dan dia yg sudah bangun lebih awal pagi ini langsung keluar kamarnya yg berdekatan dengan ruang depan, iapun membuka pintu depan dan wajahnya sumringah sambil keluar.
“Nenek?!… Mamah! ..Nenek & ayah datang!” sahut adikku yg memang berbeda cara memanggil sebutan “ayah” , dengan aku yg biasa memanggilnya “bapak” .
Rasanya kaget campur senang, karena begitu tiba tiba dan sangat jarang sekali rumah ini kedatangan tamu selama beberapa tahun terakhir kecuali tukang bangunan yg biasa merenovasi rumah.
Hari ini nenek datang. Ayahku yg biasa setiap 2 minggu sekali pulang ke kampung itu rupanya membawa nenek kesini. Nenek Aisyah atau Nenek Ai, kami biasa menyebutnya. Nenek ai ini sudah 1 kali pernah mengunjungi rumah kami, dan ini adalah yg kedua. Kami sangat senang dan menyambutnya dengan rasa suka dan penuh bahagia. Plusnya adalah Nenekku yg sudah sering ceramah didaerahnya ini, kami sangat suka dengan nasihat nasihatnya yg mudah dipahami serta penuh pengalaman dalam hal praktik.
Nek, selamat datang!
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kecuali satu kejadian dimana dia berkata: Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu Beliau dipertemukan dengan jama’ah. Kemudian Beliau bersabda: "Sesungguhnya diantara pohon ada suatu pohon yang merupakan perumpamaan bagi seorang muslim". Aku ingin mengatakan bahwa itu adalah pohon kurma namun karena aku yang termuda maka aku diam. Maka kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Itu adalah pohon kurma".
(Hadist Shahih Bukhari, bab Ilmu)
