Politik siapa yang untung?

Politik apaan sih? Pagi2 udah ngomongin politik. Lagian untuk apa orang itu berpolitik? Kenapa harus politik? Apa sih untungnya? Untuk siapa dan bagaimana caranya? Gue ngga bakat untuk paham politik sih, bahkan ngga kenal itu politik. Dan jangan-jangan jika gue ngga berpolitik, tanpa disadari gue dan kalian yang ngga melek politikpun dikontrol dengan orang berpolitik???

Politik itu busuk, buruk, jahat! ….

…. Kata orang-orang kecil ( red: yang dimaksud disini adalah orang2 yg ngga tau mendalam tentang politik ).

Gue sementara harus jawab benar, bahwa politik itu busuk dari apa yg gue alami sekarang! Pertanyaan ini gue keluarin karena gue pernah kerja pada sebuah lembaga pemerintah menjadi seorang pekerja magang mahasiswa (tingkat akhir). Gue disini sebagai layouter jurnal, fokusannya dalam ranah budaya dan agama, dan terbit setiap enam bulan sekali. Setelah gue lihat, pekerjaan ini cukup mudah bagi seorang newbie designer, disini gue cukup gunakan aplikasi desain buku dari salah satu perusahaan aplikasi terkenal seantero jagad dunia designer yakni ad*be ind*sign. Ditambah, sebagai seorang jurusan sistem informasi yang basenya adalah design modeling dan pernah ikut training digital artis (tentang desain grafis) membuat gue makin cepet paham yang dimaksud klien dan keinginan atasan. Tinggal import-import document terus buat struktur formatnya dan terakhir di branding sesuai tema publisher terus kelarin sambil santaipun, paling dua-tiga harian selesai. Kegiatan dasar ini pun terus berlanjut sampai setahun lebih.

Seperti yang sudah-sudah (mungkin), dalam dunia pekerja di indonesia biasanya pekerjaan seorang magangers (seorang berstatus magang) itu kadang melebihi jobdesk atau tupoksi seharusnya. Mungkin orang pekerja di lembaga itu selalu berpikiran bahwa seorang magang itu culun, polos dan semangat kerja mereka masih berapi-api (kaya film dragon ball :D). Alasan yang sering diucapkan seorang staff lain yang sudah berstatus “pekerja tetap”, Mereka bilangnya gini “eh kamu, nanti sekalian cetakin yah ditempat yg murah, biasa budget lagi tipis, atau eh ini gue kok ga ngerti yang ginian yak, bantu deh” atau “oy bro bantuin dong kalo dah selesei, kan namanya tim” atau “kamu kayaknya lebih tau ini biar web kita terindex di index nasional dan internasional, tolong dong,hehehhehe *melas”. Dari sini gue juga mikir, ini pan maksudnya ga ikhlas yak, tapi keliatannya masih ada anak magang selain gue satu lagi, dia juga diangkat disini bukannya buat bantu-bantu yah? kok dia jarang banget ya keliatan batang hidungnya? Apa jangan- jangan hidungnya copot dijalan kali yak. Hha. Tapi inna a’malubinniat, amal orang tergantung dari niatnya, gue sih lillah aja, dengan gaya anak magang ceria (bahasanya enjoynya), kebetulan juga gue sedikit paham teknisnya,biar dapet pengalaman lebih tentang hal ini, akhirnya gue tetap bantuin mereka dengan alasan ngga ada salahnya juga, lumayan, ngga dapet ongkos gorengan juga yang penting pahalanya buat tabungan diakhirat, apalagi jargon lembaga tempat gue kerja itu “ikhlas beramal”. kan keren juga kali kalo disetiap perusahaan atau lembaga pemerintah lain kayak gitu, mungkin mereka semua ngga bakal nuntut naikin gaji atau minta tunjangan gede, karena keihlasan itu melahirkan keberkahan, bukan dari segi harta benda mungkin. Tapi dari segi rizki lainnya,hehehehe. Misalnya makan selalu enak walaupun cuma gorengan sama es buah goyobod tiga ribu-an, umur yang panjang yang membuat banyak ibadah, bertambahnya ilmu yang membuat kualitas ibadah meningkat de el el — de el el nya.

Pencapaian

Kegiatan bantu-bantu indah itu terus gue lakukan sampe website publisher tersebut mencapai tingkat level website standar nasional. Niatnya sih untuk persiapan menuju penilaian akreditasi. Alhamdulillah, setidaknya pengalaman akan hal ini sebagai ilmu kalo engkong gue bilang. Jadi ilmu akan terus berkembang ketika diamalkan.

Pada suatu hari, dari situ, secara kebetulan ada satu orang yang kebetulan tetanggaan ditempat gue tinggal, melirik kompetensi gue sebagai ahli design dan analis sistem yg tau ttg website publisher baru-baru ini meningkat. Gue gak bisa rinci, jelasin siapa dan apa statusnya, tapi yg jelas org yang sering dipanggil “pak Z” tersebut kalo dianalogikan ya statusnya itu setingkat sekjen direktur atau wakil direktur lembaga tsb. Dia tau ternyata apa yg gue kerjain selain design, bilangnya gini,

hei kamu sini, kelihatannya websitenya makin bagus yah, kebetulan lenbaga ini ada penawaran pengangkatan ptt (pekerja tidak tetap) lumayan, bagaimana?” kata pak Z nanya
“emang bagaimana maksudnya pak?” tanya gue rincinya biar tau kelebihannya dibanding gue sebagai pekerja tingkat magang ini.
“ya kamu nanti digaji ngga lewat dana organisasi publisher ini, jadi kamu nanti digaji langsung dari lembaga naungan publisher. Dan pastinya gaji kamu gede.dan ada uang makan dll” jelas pak Z

Serasa berkah tak terduga juga, selama ini meningkatkan nilai lembaga publisher tsb ternyata ga sia-sia juga. Mungkin ini juga bagian berkah kalo kita paham apa itu arti “ikhlas beramal” :D. Akhirnya gue bilang aja langsung,

“Siap pak, bisa! “ sahut tanpa mikir dua kali walaupun skripsi gue ga kelar-kelar juga.
“Bagus, nanti saya ajukan ke atasan yah, tunggu aja. Beberapa hari ini” ulas tegas pak Z
“oke ditunggu pak,hhe” jawab gue mau mau kucing ngeong.

Alhamdulillah, ngga berenti-berentinya gue bersyukur dan langsung gegara ini juga gue mesti banyak ibadah dengan harap harap cemas semoga beneran diangkat. Karena setidaknya walau belum lulus-lulus juga, setidaknya diangkat dulu punya kerjaan,hha

Rencana tinggal rencana

Pagi hari, indah dan bagus, abis pulang shubuhan biasanya gue diluar lagi liat pemandangan pagi, indah bener emang ciptaan allah. Apalagi gue mau diangkat jadi PTT (Pegawai Tidak Tetap)hhe. Sahut gue dalam hati, yang nge-ledek seolah2 gue senang nikmat dari allah karena ada ada sesuatunya aja, yah, tapi itukan halal,hha kita harus bersyukur dan menikmati juga terhadap apa yang dikasih sang maha pemberi (red:allah).

Beberapa menit setelah menghirup udara segar pagi. Tiba-tiba, pak Z yang rumahnya tidak jauh dari tempat gue tinggal mampir ke depan rumah.

“dan” sahut pak Z, pas ngeliat gue lagi duduk santai.
“Ohya pak Z, apa nih,” sahut gue, sambil liat tatapan wajahnya santai. semoga ada hubungannya sama kenaikan kemarin,haha. XD
“jadi gini, kemarin saya setelah mengecek pengajuan kenaikan pangkat untuk kamu, ternyata hanya ada nama si xxx dan si yyy (dia termasuk anak magang bareng gue yg ilang ilangan) saja yang masuk dalam daftar. Waktu saya mengajukan kamu, ternyata sudah tidak bisa lagi. Padahal mereka orangnya kemana tau jarang saya lihat. Tapi sepertinya mereka masih ada satu golongan partai ( sama atasan saya), kemungkinan agar mereka membantu penelitiannya saja sepertinya. Beda dengan kamu yang non-golongan. Padahal kamu itu kerjanya bla..bla…bla…bla… Padahal mereka bla…bla…bla….bla….” pak Z panjang lebar menjelaskan karena tidak enak juga beliau merasa memberikan PHP ke saya.

._.’ Tapi saya sudah paham maksudnya,

“ohya yaudah pak, saya sih santai,emang belum rejekinya aja kali,hha” jawab gue yang mainstream kayak di film2 sinetron, sambil santai menenangkan emosi pak Z.

Serasa abis makan semangka yang di dalemnya ternyata mendadak berubah ada duri kedongdong,rasa awalnya manis, tapi pas terakhirnya jadi asem ditambah kerasa durinya tajem,hha. Gue sih senyum-senyum sendiri sambil mengingat-ingat dengan sedikit mengambil hikmah dan positif thinking. Biasanya kalau yang kayak gini cuma ada dua hal pikiran, pikiran positif dan pikiran negatif (biasanya negatif lebih menonjol karena ada sifat kekecewaan yang tidak disadarkan ), misalnya :

Oh gini maksudnya, dasar politik!, itu maksudnya politik. Pantes aja banyak juga kalangan profesionalis di indonesia kecewa dengan politik, mereka hanya melegalkan sesama mereka tanpa melihat kemampuan org tsb. Apalagi jika org tsb punya ikatan golongan politik sama atasan, gampang banget dah masuknya naik jabatan de el el de el el.

Tapi di sisi lain jika kita berpikir positif akan melihat bagaimana kebaikan yang tersembunyi dibalik itu, seperti :

Mungkin Allah ingin saya lulus dulu, atau mungkin saya ingin diangkat jadi seorang mentri kali :D atau allah mungkin punya alasan lain agar saya ditempatkan yang jauh lebih bagus.

Dan kalo gue hubungkan sih, sepertinya ini pasti jawaban tadi pagi saat shalat shubuh saat meminta apakah saya harus menikah dahulu lalu kelarin kuliah atau sebaliknya. Yah, mungkin terlihat buruk dimata gue, tapi sangat baik di mata dzat maha melihat kebenaran yang ada. Pastinya gue mesti ga boleh lalai lagi. Kata para ulama timur tengah sana, kalau ada masalah yang nyangkut di hati, Sebenarnya dari hal itu allah ingin kita meningkatkan amalan ibadah kita seperti nabi ayub dan nabi nabi yang lainnya. Dan biasanya hasilnya sangat luar biasa walau ngga secara langsung di dunia.

Balik lagi ke topik politik.

Apakah seperti itu politik? Mengambil sebuah jabatan & keuntungan untuk kepentingan kelompoknya?

Wow Mungkin kita ngga sadar, selama ini kita juga sebenarnya melakukan segala aktifitas tujuan kita dengan cara-cara politik. Sebagian orang ngga sadar bahwa politik sebenarnya ibarat pisau bermata dua. Yang satu digunakan orang untuk kejahatan. Yang satu digunakan oleh kebaikan. Dan yang satu dengan yang lainnya itu hanya tergantung siapa yang menggunakannya aja. Dan secara kesimpulannya, politik itu netral kaya buah pisang. ( ☺ )

Apa itu politik?

Coba google deh,hhe. Secara pengertian klasik dari ariestoteles yang ada diwikipedia.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain: politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Yup, jadi ingat ya, “…untuk mewujudkan kebaikan bersama…” kebaikan bersama siapa? Jelaslah kalau pandangan dari cerita yg gue alami ini maksudnya adalah “kebaikan bersama kelompoknya”

Dari berbagai macam masalah seperti kasus ahok yg kekuasaannya tumbang dengan alasan politik agama, baswedan ketua kpk yg disiram mukanya dengan air asam (air keras) sampai habib rizieq yg dipitnah pornografi serta para ormas-ormas islam yang tidak sepaham rezim sekarang mau dibubarin.

Kadang ngga abis pikir juga, politik itu sebuah realitas yang sangat buruk dimata orang-orang awam seperti gue ini, rasanya ingin lepasin aja seperti kalangan neo-idealisme-non politik. Tapi walaupun kebanyakan terlihat buruk, sebenarnya politikpun ngga bisa kita lepaskan dari setiap kehidupan orang sih, menurut yg gue pahamin sih,hhehe. Apalagi kalo kita punya tujuan,

Analogi ilmiah

Misalnya aja gini, ada mahasiswa pintar dan genius, dia ingin cepat lulus. Tapi dia ngga sepaham dengan apa yg disuruh dosen pembimping skripsinya, contoh, dosen itu bilang harus menggunakan metode lama, berbeda dengannya, menurut mahasiswa tsb metode lama tsb ngga bagus buat penelitiannya, metode baru lebih baik serta bagus untuk model penelitiannya karena selain cepat , polanya jelas. Walaupun seperti itu, mahasiswa tersebut tau kalau dosen ini selalu memperlama mahasisawa yg ngga sepaham dengannya. Akhirnya demi kelulusannya cepat, mahasiswa tsb mengikuti metode lama dengan harapan agar kelulusannya cepat dan tepat waktu. Itu adalah cara berpolitik mahasiswa tersebut agar tepat waktu dan cepat lulus.

Saling berpolitik dengan analogi yg lebih sederhana

Misalnya ada seorang janda yang mempunyai satu anak yang sudah beranjak dewasa, si anak sudah mau masuk SMA. Ia (ibu itu) ingat bahwa almarhum ayahnya ingin agar si anak masuk ke sekolah SMA angkatan darat seperti leluhur-leluhurnya dulu. Tapi anak tersebut ternyata tidak menginginkannya dengan alasan berbeda prinsip dengan leluhurnya. Walaupun dipaksa, akhirnya tetap pada pendiriannya. Suatu hari, si anak melihat semua teman-temannya memiliki motor klasik trend zamannya. Si anak awalnya bisa bertahan, lama kelamaan teman-temannya selalu mengejeknya dengan alasan tidak ikut trend karena ngga punya motor seperti mereka. Akhirnya, kemudian dikucilkan. Dari situ si anak akhirnya minta ke ibunya bahwa ingin dibelikan motor klasik.Iapun merengek lama agar permintaannya dikabulkan. Dari situ ibunya memiliki kesempatan, dia bilang bahwa jika ingin motor, syaratnya harus masuk SMA yg diinginkan ibunya itu (maksudnya sma angkatan darat), anak tidak bisa mengeles atau menampiknya lagi dan akhirnya menyepakatinya.

Kesimpulannya

Anak tsb dapat apa yg ia mau, ibu itupun keinginannya tercapai. Mereka saling membutuhkan dan Hal ini akan selalu ada pada setiap manusia.

Oleh karena itu, jangan bilang “aku benci politik! Dan aku tidak mau berpolitik” seperti kata pada idealisme non-smart. Tapi katakan “aku berpolitik, dengan profesionalitas dengan nilai-nilai luhur didalamnya

Cukup sekian tulisan gue. Intinya, berpolitik lah dalam kehidupan ini, termasuk dalam meminang jodoh,hhe, karena mendapat restu doi & mertua itu ngga semudah kacang digoreng bung :D. Dan jika kita lebih paham berpolitik, yang pasti, dahulukanlah kepada yg maha memiliki rencana (Allah). Dia yang memberikan jabatan yang sesuai kepada kita di dunia maupun di akhirat nanti.

Ketika restu itu datang. Terlihat baik ataupun buruk oleh kita. Cukup Sami’na wa ato’na… Itulah orang-orang yang beruntung.


“… boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui…” (QS. Al-Baqarah : 216)
Show your support

Clapping shows how much you appreciated Aidan’s story.