I can’t sleep right now. So I choose to write on my Medium. Hello, dear. Are you there? To read this post. Especially for you.
Its been a long time. We met like this. Read my heart through the word.
Seringkali aku membuatmu gerah dengan ucapku, saatnya ku teduhkanmu dengan tulisku.
Kini telingaku sudah siap bertambah lebar guna mendengar setiap tuturmu. Kekuatanku sudah hampir besar untuk menantang masa depan yang akan terjadi.
Minus mataku yang kian bertambah, menandakan sudah cukup lama aku memandangmu sampai buram. Aku mungkin tidak tahu saat ini kita sedang di tahap mana. Tapi kita berlari sudah cukup jauh dari garis start. Namun masih jauh juga ke garis finish. Kamu yang menggandengku dengan yakin, semakin erat sepanjang hari. Tiada berjarak.
Bagiku, kamu adalah kebiasaanku. Aku hidup dalam hidupmu dan sebaliknya. Kita tidak perlu terlalu cepat untuk ada di garis finish. Tujuanku bukan selesai denganmu, namun tetap melangkah bersama sampai ajal.
Aku akan membawa penerang untuk jalanmu, kamu membawa jalan untuku. Begitu seterusnya sampai tiba di tujuan. Sepertimu yang selalu teduh, aku berlindung dengan nyaman dibaliknya. Jiwaku mempelajari jiwamu, walau seringkali bereaksi keterlaluan.
Kamu, yang terus akan belajar membawaku untuk bahagia di kehidupan selanjutnya. Walau entah kita bertemu lagi atau tidak, kamu yang akan berjuang mengantarkan aku ke tempat paling indah yang dibuat Allah. Kamu tidak sendiri, begitupun aku yang berdiri di belakangmu saat kamu harus berjuang, di sampingmu saat kamu beristirahat, di depanmu saat kamu kelelahan.
-GoodNite💛
