olenka, karya Budi Darma

Olenka (cetakan pertama 1980) 
.
"..Saya merasa bahwa saya hanyalah sebuah gejala. Tanpa yang lain saya tidak mempunyai arti, tidak mempunyai fungsi dan tidak ada. Dalam lalu lintas dijalan raya saya hanyalah gejala pasif, dan berperan sebagai objek. Saya tidak akan berjalan terlalu kencang, terlalu kepinggir, atau melanggar lampu merah. Saya hanya menjalani kaidah2 normal. Namun, dalam hubungan saya dg olenka saya menjadi gejala aktif. Saya mempunyai kesempatan untuk mempraktekan kebebasan saya menentukan pilihan.."
.
Karya sastra yang baik, kata Budi Darma, bukanlah tulisan yang kaya dengan tindakan2 jasmani yang mentakjubkan, akan tetapi kaya berkelebatnya sekian banyak pikiran. Lebih jauh dia mengatakan bahwa, sebetulnya tanpa tambahan apa2 kehidupan ini akan menarik, selama kita dapat menemukan orang yang jujur dan berani dan berterus terang. Setiap karya sastra yang baik pada hakikatnya adalah kisah berkecamuknya pikiran dan pandangan orang-orang yang tidak malu-malu mengakui siapa mereka sebenarnya.


Olenka memang novel yang demikian itu. Budi Darma menyajikan kepada pembaca sebuah dunia kejiwaan manusia yang kelam. Sebuah dunia yang penuh pertentangan dan ambivalensi. Apabila kafka dalam novel2nya memandang bahwa kehidupan inilah yang absurd, yang konyol dan mustahil, maka Budi Darma berpandang sebaliknya. Bagi Budi Darma justru manusia itu sendirilah yang absurd sehingga mempengaruhi tindakan2nya.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.