Perspektif Awam Tentang Facebook BSD +Patents
Disclaimer: Saya bukan pakar dalam bidang hukum, pun bukan berasal dari latar belakang pendidikan IT. Semata-mata hanya seorang technology enthusiast yang sedang mempelajari React.
Topik mengenai lisensi Facebook BSD+Patents masih terus hangat untuk diperbincangkan, walaupun isu ini sudah lama beredar di internet. Beberapa hal yang menjadikan isu ini kembali hangat tidak lain karena beberapa posts yang sempat viral (ini dan ini). Isu ini terus diperbincangkan tidak lain karena salah satu project popoler Facebook, yaitu React, terdaftar dengan lisensi ini. Mereka yang menggunakan React dalam produknya khawatir jika sewaktu-waktu Facebook menggunakan klausa yang terdapat pada lisensi tersebut untuk mengakuisisi start-up mereka.
Isu inipun sebenarnya sudah diklarifikasi oleh Facebook sendiri, dan dipertegas oleh FAQ ini. Salah satu kontributor utama React, Dan Abramov pun sudah angkat bicara mengenai hal ini setahun yang lalu. Serta, ada juga penulis (Ega Wachid Radiegtya) yang memberikan pandangan alternatifnya.
Di sini saya tidak memberikan perspektif tambahan lagi, apa yang saya pikirkan sudah ditulis dengan baik oleh penulis yang saya sebut terakhir di atas. Artikel ini hanya bertujuan untuk mengembangkan apa yang Bung Ega sudah uraikan, dan sekaligus untuk menambah keyakinan bagi mereka yang sudah terlanjur menggunakan React sebagai tools pilihannya.
Dengan terjemahan harfiah, mengacu pada klarifikasi Facebook di atas, Bung Ega mengambil kesimpulan mengenai alasan mengapa Facebook menggunakan lisensi seperti ini:
Jadi dapat disimpulkan bahwa lisensi ini tidak bertujuan buruk kepada Pengguna React, tapi Facebook hanya ingin mengamankan software open source dan perusahaannya di sisi hukum.
Bagi yang masih skeptis, mungkin muncul pertanyaan: mengapa harus diamankan? mengapa tidak sekalian didaftarkan dengan lisensi-lisensi yang tak mengikat, tanpa menggunakan embel-embel paten?
Mari kita selami maksud dari kesimpulan Bung Ega di atas, menurut interpretasi saya, tentunya.
Sekarang kita umpamakan Facebook sebagai perusahaan pembuat pipa air yang membuat program corporate social responsibility (CSR) dengan mendesain teknologi, memproduksi dan membagi-bagikan pompa air gratis ke masyarakat. Tujuannya adalah masyarakat bisa memanfaatkan air dari pompa tersebut. Dalam proses desain dan produksi tersebut, Facebook juga menggandeng masyarakat untuk turut berkontribusi agar dapat menghasilkan produk pompa air yang sebagus mungkin.
Tapi seiring berjalan waktu, masyarakat yang menikmati pompa air tersebut semakin banyak, timbul kekhawatiran dari para perusahaan pembuat pompa air yang biasa menjual pompa airnya karena market share/profit mereka menjadi menurun. Untuk mengatasi hal ini, mereka berencana menggugat Facebook karena mencuri teknologi mereka. Apalagi, jika ternyata ada satu/beberapa masyarakat yang menyumbang ide desain atau memproduksi teknologi pompa air tersebut yang merupakan mantan karyawan salah satu perusahaan pompa air yang menggugat, dan terbukti membocorkan rahasia desain/teknologi pompa air milik perusahaan lamanya (mungkin atas dasar semangat keterbukaan dan manfaat untuk orang banyak yang menjadi prinsip open source).
Facebook sudah memperkirakan hal ini terjadi, oleh sebab itu, lantas Facebook membuat lisensi seperti ini agar meminimalisir adanya tuntutan seperti itu. Karena, jika perusahaan-perusahaan tersebut memenangi tuntutan (yang berakibat pompa air tersebut jadi ilegal untuk digunakan), maka yang terdampak paling parah sebetulnya bukanlah Facebook, tapi para desainer & insinyur yang susah payah ikut mendesain dan memproduksi teknologi pompa air tersebut dan tentu para pengguna pompa air atau masyarakat umum.
Dengan analogi di atas, saya berkesimpulan bahwa tujuan utama dari lisensi tersebut justru untuk melindungi para developers yang berkontribusi membesarkan React pada khususnya, dan pengguna React pada umumnya. Karena, dengan semakin membesarnya proyek open source React (ReactJS, React Native, React VR, dkk), semakin besar juga kemungkinan teknologi yang digunakan akan bersinggungan dengan teknologi-teknologi yang sudah dipatenkan sebelumnya (seperti analogi “mantan karyawan” di atas). Itulah arti kata “mengamankan” dari kesimpulan yang dibuat Bung Ega menurut saya.
Anggapan bahwa Facebook akan dengan mudah mencaplok start-up mengadopsi teknologi React dari jalur hukum pun saya pikir sangat meragukan. Alasannya, Facebook sudah terlalu besar, dan start-up yang menggunakan React pun sudah terlalu banyak. Jadi secara statistik, kecil probabilitas start-up Anda akan diakuisisi oleh mereka lewat jalur hukum. Plus, dari klarifikasinya pun sudah disebutkan bahwa proses litigasi (gugat-menggugat) merupakan proses melelahkan yang memakan waktu dan biaya, sehingga sebisa mungkin mereka menghindari hal tersebut.
As our business has become successful, we’ve become a larger target for meritless patent litigation. This type of litigation can be extremely costly in terms of both resources and attention.
We respect third party IP, including patents, and expect others to respect our IP too. The BSD + Patents license just intends to give our teams more room to make meaningful contributions to open source while decreasing our time spent fighting frivolous lawsuits.
Tapi saya mencoba untuk tidak melihat dari satu sisi saja, berprasangka baik pun jangan mencegah kita untuk tetap harus waspada. Apa yang harus diwaspadai dalam hal ini? Tentu saja jika kita memiliki start-up dengan teknologi khusus yang dipatenkan, lalu karena suatu hal karyawan kita resign/dipecat dan kemudian membocorkan teknologi perusahaan ke dalam proyek open source dengan lisensi seperti itu pasti bakal menjadi hal yang merepotkan (lihat lagi analogi “mantan karyawan” di atas).
Kurang lebih seperti itulah pandangan saya mengenai isu ini, dan mudah-mudahan dapat menjadi sumber alternatif lain bagi Anda dalam mengambil keputusan. Terima kasih banyak sebelumnya untuk Bung Ega atas tulisannya.