sepucuk arah

tiba-tiba ada tanpa ada datang

seperti ‘nuwunsewu’ tanpa ada ‘monggo’

jarak! aku perlu jarak. jangan jauh — jangan dekat

aku dan ceritanya

malam jadi penghantar, bersama bintang yang redup

sepoi angin bersiul, pada udara rasa tertanam

daun melantunkan rindu yang mengering

rantingpun memanjatkan sebuah lagu

seirama, namun beriak

dipersimpangan akar itu tumbuh

andai bulan punya tangan,

diambilnya kebosanan itu untuk rasa yang meluap fana

ingin pulang saja

tolong, kembalikan arah ~

23 juni 2016

Like what you read? Give Aisyatusholehah a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.