“Starbucks” Kala Senja

Tekanan ini memenuhi lorong vena

Rasanya ingin lepas mengudara

Sambil bercakap dengan diri sendiri menatap simbol “Starbucks”

“Ah bolehlah secangkir” bicaraku mantap melihat sudut dekat rak

“Signature Chocolate panas pakai whip cream”, kata yang sudah siap berlari keluar mendahului lidahku

Tepat satu pelanggan lagi, tak disangka kasir disebelah dapat berlaku

Aku pun pindah barisan melangkah menuju

TAP. Langkahku terhenti sejenak bersama dengan irama mataku

Senyuman indah terpancar merona serasi dengan parasnya

Segera ku lekas menuju ke sudut untuk menerka

“Siapakah dia?” “Malaikat yang dilempar dari Surga?”

kuseduh minumanku dengan perasaan penuh ‘jingga’.


“Starbucks” saat senja.
Show your support

Clapping shows how much you appreciated Saka Akhmam’s story.