Perbedaan Keuangan Konvensional dan Syariah bagaikan Persaingan Android dan iOS

ALAMI Sharia
Sep 14 · 4 min read
iOS (kiri) dan Android (Kanan) dalam persaingan sehat dalam sistem operasi Mobile Phone | Sumber: Rockin’ Jump
iPhone11
iPhone11
Apple launching Model iPhone 11 baru | Sumber: Evening Standard

Hari Rabu kemarin Handphone merek Apple baru aja pengumuman model iPhone terbarunya yang ke 11. Makin kesini Mina makin bingung, apa sih sebenernya bedanya Handphone jaman sekarang?

Mulai dari sistem operasinya, ada Android sama iOS terus belum lagi merek lain kaya Samsung, Huawei, Oneplus, dan segalanya yang kadang bikin Mina terheran heran. Sampe merek lokal pun sebenernya ada Advan. Apa sih sebenernya perbedaannya? Kalo Mina liat-liat sih dari segi harga jelas beda jauh. Android lebih murah ketimbang iPhone. Walaupun sekarang orang orang ngeliatnya ini Value yang bisa didapet lebih itu kalo dipatokin sama harganya lebih menguntungkan yang mana.

Salah satu iklan jualan dari salah satu model iPhone | Sumber: Pocketnow

Kalo di perhatiin, gaya memasarkan buat merek Apple memang sih keliatan lebih eksklusif dan mereka enggak pernah ngenyantumin harga barangnya. Mereka selalu pamerin design yang elegan dan kejernihan dari layar iPhone mereka. Fantastis, bombastis, tapi bikin dompet menangis.

Iklan salah satu model Handphone Samsung | Sumber: YouTube

Lain hal dengan merek Samsung, Oppo, Huawei, dan kawan kawan. Mereka ini selalu ngeliatin seolah olah ada fitur baru dari model Handphone yang dipasang di iklan dan mereka selalu seolah olah mengajak kamu ngobrol atau sampe membuat kamu berfikir. Handphone sistem Android dan Apple enggak akan pernah berhenti bersaing dalam hal menjual produk mereka. Selalu jor joran. Walaupun dengan cara yang beda, tujuan mereka tetep sama, jualan Handphone yang sudah menjadi bagian dari hidup kita yang menemani kita dalam aktivitas bekerja, teman pencari uang.

Begitupula dengan persaingan sehat keuangan syariah dan konvensional. Meskipun sama-sama menghasilkan selisih berupa keuntungan buat pendana namun yang membedakan adalah cara. Produk keuangan syariah menyesuaikan dengan fatwa Dewan Syariah Nasional — Majelis Ulama Indonesia.

Pada keuangan syariah tidak ada sistem bunga-berbunga. Menekankan pada transaksi riil dan menjauhi spekulasi. Serta nilai yang dikedepankan adalah kejujuran, keadilan, dan transparansi. Cara-cara semacam itu diatur dalam produk syariah untuk kebaikan seluruh pihak yang terlibat.

Lalu ada produk keuangan syariah apa aja sih yang saat ini tersedia?

1. Tabungan

Tabungan jamannya Mina | Sumber: Yohana Siallagan

Sebagaimana biasanya kita menyimpan uang maka kamu bisa menyimpannya secara syariah. Sudah banyak Bank Syariah yang bermunculan dan produk yang pasti ada adalah tabungan.

Produk tabungan sudah mendapatkan fatwa oleh DSN MUI №02/DSN-MUI/IV/2000. Akad yang digunakan pada produk ini adalah Mudharabah dan Wadiah.

Akad yang digunain di produk ini adalah Mudharabah dan Wadiah. Karena tujuan utamanya adalah menabung maka keuntungan yang didapatkan dari produk ini kurang lebih setara dengan 1–2%.

2. Deposito

Di syariah juga ada deposito dan juga sudah mendapatkan fatwa DSN MUI №02/DSN-MUI/IV/2000. Pada produk ini kamu menaruh uang dalam jangka waktu tertentu, biasanya dalam rentang 1, 3, 6, dan 12 bulan.

Akad yang digunakan berdasarkan fatwa adalah mudharabah. Keuntungannya berada di kisaran yang setara dengan 6%-8% dan tergantung jangka waktu dan juga nisbah bagia hasil yang diperjanjikan di awal.

3. Sukuk

Sukuk itu dari kita buat negara lho! | Sumber MNC Sekuritas

Kita biasa mengenal dengan istilah obligasi, di syariah istilahnya adalah Sukuk. Terdiri dari sukuk retail dan sukuk negara. Fatwa mengenai sukuk terdapat di №32/DSN-MUI/IX/2002. Akad yang digunakan dari produk sukuk bervariatif diantaranya Mudharabah, Musyarakah, Murabahah, Salam, Istishna, dan Ijarah.

Pada produk sukuk ini kamu memberikan pendanaan dalam jangka waktu yang lebih panjang daripada produk deposito. Dengan begitu nilai keuntungannya pun lebih besar. Dari sukuk negara ST-002 saja minimal yang didapatkan setara dengan 8,15%.

Untuk mempelajari akad-akad tersebut kamu bisa mengunjungi pada artikel sebelumnya:

https://medium.com/alamisharia/potensi-peer-to-peer-financing-yang-siap-memajukan-industri-keuangan-syariah-di-indonesia-c434c34dca4

4. Saham

Fatwa DSN mengenai saham terdapat pada №40/DSN-MUI/X/2003. Kamu bisa membeli produk saham syariah yang sudah dirangkum pada Jakarta Islamic Index (JII). Dimana pada indeks tersebut sudah diklasifikasikan perusahaan-perusahaan yang memenuhi unsur kesyariahan.

Investasi pada saham memiliki kemungkinan untung yang besar bisa sampai 20%. Namun memiliki risiko yang juga besar sampai pada kerugian. Sehingga berinvestasi pada saham butuh pembelajaran dan pengalaman untuk bisa mendapatkan keuntungan dengan memilih perusahaan yang tepat.

5. Reksa Dana

Seperti halnya saham namun reksa dana adalah kumpulan dana patungan untuk diinvestasikan pada saham. Fatwa mengenai reksa dana syariah terdapat pada №20/DSN-MUI/IV/2001.

Keuntungan reksadana syariah juga cukup besar yaitu hingga 20% per tahun. Namun juga cukup fluktuatif tergantung dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) saham-saham yang diinvestasikan. Maka memilih manajer investasi yang tepat menjadi penting untuk investasi pada produk reksa dana syariah.

6. Peer-to-Peer (P2P) Financing

Produk ini adalah pembiayaan secara langsung antara pendana dengan penerima pembiayaan. Produk ini juga sudah mendapatkan fatwa yaitu №117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah.

Kamu bisa mendapatkan keuntungan sampai dengan 20%. Pembiayaan pada p2p memang tetap berisiko namun kamu bisa meminimalisirnya dengan membeli produk ini pada industri yang sudah terdaftar OJK dan memiliki tingkat gagal bayar yang kecil.

Salah satu tempat kamu bisa mendanai untuk produk p2p syariah adalah ALAMI. Karena sudah terdaftar dan diawasi OJK serta memiliki tingkat gagal bayar 0%. Kamu bisa mempelajarinya pada web www.alamisharia.co.id.

ALAMI Sharia

Written by

Revolutionizing sharia financial industry since 2017

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade